TNI AL

Sambut Kedatangan 103 Truna AAL dari Misi Pelayaran Diplomasi di Sembilan Negara

Ratusan anggota keluarga Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya berdiri berjajar di tepi Dermaga Madura di Markas Komando Armada II.

surya.co.id/sugiharto
Sejumlah kerabat menyaksikan KRI Bima Suci yang tiba di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, Surabaya, Selasa (12/11/2019). Kapal layar latih tersebut tiba di Surabaya setelah 99 hari berlayar melaksanakan Pelayaran DIplomasi Duta Bangsa dan Satlat Kartika Jala Krida Taruna AAL angkatan ke-66 di sembilan negara di Asia dan Australia. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan anggota keluarga Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya berdiri berjajar di tepi Dermaga Madura di Markas Komando Armada II Surabaya sejak Selasa (12/11/2019) pagi. 

Mereka tak sabar ingin bertemu putra putri Taruna AAL yang telah menyelesaikan tugas pelayaran diplomasi.

Sebanyak 103 taruna AAL yang tergabung salam satuan tugas (Satgas) Kartika Jala Krida (KJK) 2019 berhasil menuntaskan misi diplomasi ke sembilan negara denga KRI Bima Suci

 "Kami bersyukur telah kembali. Saya sempat cemas saat di China ada badai topan. Sandar kapal yang seharusnya tiga hari dipercepat hanya sehari," kenang Fitria Dwi Ratnasari, salah satu Taruni AAL. 

Taruna calon perwira TNI AL asal Banjarnegara ini bersama rekan-rekannya ini wajib mengikuti pelayaran selama 99 hari atau 3 bulan lebih.

Tidak saja mempraktikkan ilmu pelayanan navigasi, lingkaran besar, astronomi, serta mempraktekkan ilmu profesi dasar Matra laut.  

 Tidak hanya itu, merekajuga membawa misi diplomasi internasional dengan singgah di sembilan negara.

Setiap singgah, mereka mengenalkan budaya dan wisata Indonesia.

"Kami juga melalukan cadets exchange dari Malaysia dan Australia," kata Fitria.

Kedatangan 103 Taruna AAL dari misi diplomasi bersama KRI Bima Suci itu disambut upacara penyambutan yang dipimpin Panglima Komando Armada II Laksamada Muda TNI Heru Kusmanto. 

 "Mereka adalah duta bangsa. Selain mempraktikkan akademis di bidang maritim, para Teruna itu juga wajib menunjukkan ke Dunia bahwa Indonesia bisa menjadi poros maritim dunia," kata Haru. 

Ikut dalam pelayaran KRI Bima Suci ini sepulu kadet atau calon Perwira dari Malaysia dan Australia. Mereka membangun konektivitas antarpemuda dan calon perwira TNI AL dan perwira AL negara asing. 

Mereka singgah di sembilan negara dengan rute Surabaya-Manila (Filipina)-Osaka (Jepang).

Kemudian Busan (Korea)-Shanghai (China)-Brunei-Lumut (Malaysia).

Kemudian berlanjut Phuket (Thailand)-Rangon (Myanmar)-Padang-Tanjung Benoa-Bali-Darwin (Australia) dan kembali ke Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved