Berita Nganjuk

Polres Nganjuk Waspadai Perang Hoax di Medsos Selama Pilkades Serentak

"Adanya hoax di medsos itu yang saat ini terus kami waspadai jangan sampai berdampak negatif pada masyarakat jelang pelaksanaan Pilkades,"katanya

surabaya.tribunnews.com/ahmad amru muiz
Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto 

SURYA.co.id | NGANJUK - Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Nganjuk, Polres Nganjuk telah mulai melakukan pengamanan.

Terutama pengawasan adanya perang hoaks di media sosial yang diduga dilakukan oleh oknum kader dari masing-masing kandidat calon kepala desa.

"Adanya hoax di media sosial itu yang saat ini terus kami waspadai jangan sampai berdampak negatif pada masyarakat jelang pelaksanaan Pilkades serentak tanggal 26 November 2019 mendatang," kata AKBP Handono Subiakto, Kapolres Nganjuk, Selasa (12/11/2019).

Dijelaskan Handono, hingga saat ini pihaknya terus melakukan melakukan monitoring tahapan proses Pilkades serentak yang diikuti 19 Desa di Kabupaten Nganjuk.

Saat ini, Pilkades serentak itu memasuki tahapan penetapan nomor urut peserta Pilkades. Dan untuk sementara tidak ada persoalan yang serius dalam tahapan Pilkades serentak saat ini.

"Semuanya berjalan lancar dan aman, untuk itu kondisi itu harus dipertahankan hingga pelaksaan Pilkades serentak," ucap Handono.

Meski demikian, dikatakan Handono, pihaknya juga akan mempersiapkan teknis pengamanan pelaksanaan Pilkades serentak. Seluruh personil dan kesatuan di Polres Nganjuk akan dilibatkan seluruhnya dalam pengamanan pesta demokrasi tersebut.

Bahkan, ungkap Handono, pihaknya juga akan meminta bantuan Polda Jatim dan Satbrimob Polda Jatim untuk membantu pengamanan pelaksanaan Pilkades serentak. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi dari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Nganjuk.

"Yang jelas, Polres Nganjuk akan all out dalam pengamanan Pilkades serentak meski hanya digelar di 19 Desa. Karena bagaimanapun keamanan dan ketertiban masyarakt serta kondisifitas wilayah harus tetap dijaga dari apapun," tutur Handono Subiakto.

Terpisah, Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menegaskan, Pemkab Nganjuk telah mempersiapkan pilkades serentak pada 26 November 2019 secara matang,

Hal itu dilakukan sebagai upaya agar tidak menimbulkan konflik horizontal di kalangan masysarakat serta mengeliminir permasalahan hukum pasca pilkades. 

“Dampak dari pilkades sebelumnya masih meninggalkan permasalahan, seperti yang terjadi di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo. Untuk itu pilkades serentak 26 November nanti harus disiapkan secara matang. Biar tidak seperti kemarin yang masih meninggalkan permasalaahan,” kata Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, tambah Kang Marhaen panggilan Wabup Nganjuk Marhaen Djumadi, pembinaan dan pelatihan terhadap panitia Pilkades terus dilakukan hingga menjelang pelaksanaan Pilkades.

"Tentu kami berharap Pilkades serentak bisa sukses tanpa ada persoalan dikemudian hari," tutur Kang Marhaen. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved