Berita Surabaya

Mantan Karyawan Cafe Rolas di Surabaya Gelar Aksi Demo,  Dua Item ini Tuntutannya

Sebnyak 13 mantan karyawan cafe Rolas yang dikelola PT Rolas Nusantara Mandiri (RNM), menggelar demonstrasi, Senin (11/11/2019).

Mantan Karyawan Cafe Rolas di Surabaya Gelar Aksi Demo,  Dua Item ini Tuntutannya
surya.co.id/sri handi lestari
Aksi demo yang dilakukan eks karyawan kafe Rolaas di kantor PT RNM kawasan Indrapura, Surabaya, Senin (11/11/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebnyak 13 mantan  karyawan cafe Rolas yang dikelola PT Rolas Nusantara Mandiri (RNM), menggelar demonstrasi, Senin (11/11/2019).

Aksi tersebut dilakukan di kantor RNM yang ada di kawasan Jalan Raya Indrapura, Surabaya diisi orasi dan penyampaian tuntutan.

Mitha, koordinator aksi mengatakan, mereka merupakan mantan karyawan yang meminta manajemen mempekerjakan kembali atau melakukan PHK dengan membayar pesangon sesuai aturan undang-undang tenaga kerja .

Serta membayar upah mereka sejak masa penghentian kerja mereka sejak Juni hingga kasus ini tuntas.

“Kami juga meminta BPJS kami diaktifkan selama proses ini benar-benar tuntas. Kami minta pengangkatan sebagai karyawan tetap tetapi yang disodorkan justru kontrak kerja baru dan masa kerja kami yang lama dihapuskan,” kata Mitha.

PT RNM merupakan anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PN) XII, yang bergerak di perdagangan retail serta pengelolaan kafe Rolas.

Aksi orasi berlangsung damai dan dilakukan sekitar 30 menit, hingga akhirnya kuasa hukum manajemen PT RNM mempersilahkan para demontran masuk untuk melakukan audensi.

Sunarno Edy Wibowo, Konsultan Hukum RNM mengatakan peristiwa ini bermula dari upaya PT RNM melakukan penertiban administrasi kontrak kerja karyawan kafe.

"Kemudian ada 13 orang yang melakukan penolakan menandatangani kontrak PKWT dan meminta untuk diangkat sebagai karyawan tetap RNM. Dan hal itu sulit dilakukan karena sebelumnya belum menandatangani kontrak atau legal kontrak," jelas Sunarno.

Sesuai peraturan ketenagakerjaan, PT RNM sejak Juni tahun ini telah beberapa kali menawarkan kepada 13 orang itu guna menandatangani kontrak PKWT tetapi mereka menolak.

Menurut Sunarno, pertemuan bipartit sudah dilakukan dan mediasi juga sudah dilakukan bersama eks karyawan, pihak manajemen serta Bagian Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur.

“Manajemen pun sudah melakukan pembayaran sisa upah yang belum dibayarkan kepada 13 orang untuk periode l Januari-3O Juni 2019," jelas Sunarno.

Dari hasil pertemuan tripartit pada September 2019 mereka meminta kepada manajemen RNM agar memberikan kompensasi sebesar Rp 50 juta per orang atau total Rp 650 juta kepada 13 orang.

"Dan itu sulit dipenuhi karena sebagian dari eks karyawan baru bekerja 2-3 tahun, memang ada yang bekerja 6 tahunan tapi jumlahnya tak banyak,” tandas Sunarno.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved