Berita Lumajang

Inovasi Kesehatan Asal Lumajang Kantongi Penghargaan IndoHCF Innovation Award 2019

Inovasi yang dikaryakan tepatnya yaitu Gebrakan Pagi Berseri (PAGelaran aksI BERsama Sekolah sEhat asRI).

Inovasi Kesehatan Asal Lumajang Kantongi Penghargaan IndoHCF Innovation Award 2019
Foto Istimewa Pemkab Lumajang
Penyerahan penghargaan Penghargaan Platinum Award, sub kategori Program UKM, kategori Inovasi Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam ajang Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) Innovation Awards III-2019 pada Pemerintah Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Inovasi bidang kesehatan Pemerintah Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur berhasil meraih penghargan Penghargaan Platinum Award, sub kategori Program UKM, kategori Inovasi Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam ajang Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) Innovation Awards III-2019.

Setelah melalui proses penjurian ketat, Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) Innovation Award III-2019 memutuskan inovasi kesehatan asal Kabupaten Lumajang Jawa Timur berhasil menarih juara lantaran inovasinya dianggap memiliki manfaat yang baik untuk masyarakat banyak.

Inovasi yang dikaryakan tepatnya yaitu Gebrakan Pagi Berseri (PAGelaran aksI BERsama Sekolah sEhat asRI).

Atas capaian prestasi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten/kota, Institusi, maupun individu yang telah melakukan berbagai upaya inovasi layanan di bidang kesehatan.

Menurutnya, inovasi dan terobosan di bidang kesehatan sangatlah penting guna mendukung berbagai agenda pembangunan nasional secara keseluruhan.

"Syarat utamanya adalah bagaimana terobosan dan inovasi tersebut harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas. Saya berharap kedepan semakin banyak inovasi di bidang kesehatan yang lahir dari Jawa Timur, tentunya dengan memanfaatkan teknologi digital yang mutakhir," ungkap Khofifah, Selasa (12/11/2019).

Ketua Umum IndoHCF Dr dr Supriyantoro, Sp.P, MARS mengatakan, era revolusi industri 4.0 melalui big data, artificial intelligence, ‘robotics’ dan internet of things memberikan tantangan nyata yang tidak mudah di sektor kesehatan sehingga butuh inovasi teknologi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan.

"Digitalisasi sudah masuk ke seluruh lini kehidupan masyarakat. Tentunya untuk sektor pelayanan kesehatan yang lebih baik kita perlu berbagai macam inovasi kesehatan dengan suntikan teknologi terbaik," ungkap Supriyanto.

Menurut dia, pesatnya perkembangan inovasi di bidang kesehatan akan mengurangi ketergantuan Indonesia terhadap produk kesehatan asal luar negeri, mulai dari peralatan di rumah sakit hingga obat-obatan yang dikonsumsi masyarakat.

Dengan demikian layanan kesehatan masyarakat pun dapat diperoleh dengan mudah dan murah serta penanganan pasien lebih berkualitas.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved