Pahlawan Kota Kita, Memotret Pahlawan-pahlawan Keseharian dalam Sebuah Buku

Pahlawan Kota Kita mengisahkan 12 profesi. Mulai dari satpam, tukar parkir pesawat, penjaga pintu air, penjaga perpustakaan, perawat IGD,dll

surabaya.tribunnews.com/christine ayu nurchayanti
(dari kanan ke kiri) Inge Ariani, Watiek Ideo, dan Nindia Maya, tiga dari 12 penulis yang berkontribusi dalam buku Kumpul Dongeng 'Pahlawan Kota Kita' yang mengisahkan pahlawan-pahlawan yang ada di sekitar. Buku tersebut dilengkapi ilustrasi menarik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pahlawan tidak hanya mereka yang ingin bertempur di medan perang. Ada banyak pahlawan yang ada di sekitar, sayangnya, banyak yang tidak menyadarinya.

Berangkat dari hal tersebut, Kumpul Dongeng hadir untuk memotret kisah para pahlawan yang ada di lingkungan sehari-hari dalam sebuah buku.

'Pahlawan Kota Kita'. Itulah judul yang diusung. Buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama itu memuat 12 kisah yang ditulis oleh 12 penulis.

Lengkap dengan ilustrasi yang berwarna-warni, buku dongeng dengan 164 halaman tersebut mengajak pembaca, khsususnya anak-anak untuk lebih menghargai jasa orang-orang di sekitar.

Inge Ariani Safitri, koordinator Kumpul Dongeng, mengatakan, Pahlawan Kota Kita mengisahkan 12 profesi. Mulai dari satpam, tukar parkir pesawat, penjaga pintu air, penjaga perpustakaan, perawat IGD, pemadam kebakaran, dan sebagainya.

"Kalau mengangkat pahlawan-pahlawan yang ada dalam sejarah, literaturnya sudah banyak. Sementara, profesi-profesi tersebut dekat dan berjasa kepada kita. Sayangnya, kita sering melupakan mereka," Inge mengatakan.

Melalui buku tersebut, ia berharap dapat membangkitkan rasa empati anak-anak.

Inge sendiri mengarang cerita mengenai tukang parkir pesawat. Selama ini, ia mengatakan, dalam pesawat yang diketahui mungkin hanya pilot. Padahal ada profesi lain yang tidak kalah penting, di antaranya tukang parkir pesawat.

"Saya membayangkan, bagaimana jika tidak ada tukang parkir pesawat. Barangkali, pesawat yang akan mendarat tidak terkendali dan membahayakan penumpang," katanya.

Berbeda lagi dengan Rizka yang menceritakan tentang satpam. Awalnya, ia merasa satpam merupakan sosok yang menjengkelkan.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved