Berita Bangkalan

Jadi Pembina Upacara, Kapolres Bangkalan Ajak Pelajar SMAN 2 Tolak Anarkisme

Pemerintah mengajak semua berperan aktif dalam pencegahan keterlibatan peserta didik dalam unjuk rasa yang berpotensi kekerasan.

Jadi Pembina Upacara, Kapolres Bangkalan Ajak Pelajar SMAN 2 Tolak Anarkisme
surya.co.id/ahmad faisol
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putera menyampaikan beberapa perihal aktual saat ini terkait kenakalan remaja. Di antaranya keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa, radikalisme, penyalahgunaan dan peredaran narkoba, perkelahian antar pelajar, hingga maraknya pornografi dan pornoaksi dalam Upacara Bendera di SMA Negeri Bangkalan, Senin (11/11/2019). 

"Orang tua, wali siswa, dan pihak sekolah juga harus turut andil," jelasnya.

Kondisi itu, lanjutnya, harus menjadi pemikiran bersama. Terutama bagi para pelajar sebagai generasi sekaligus tumpuan bangsa dan negara.

"Bapak Kapolda Jatim pun telah menggelar silaturrahmi bersama para Ketua OSIS (organisasi Siswa Intra Sekolah) dan pelajar di mapolda beberapa waktu lalu," ujarnya.

Selain gelar silaturrahmi bersama kaum pelajar, Kapolda Irjen Pol Lucky Hermawan juga menggelar Lomba Vlog tingkat Polda Jatim dengan tema 'Milenial Jatim Tolak Anarkis'.

"Kami ucapkan selamat, SMA Negeri 2 Bangkalan menjadi juara favorit," ucapnya disambut riuh tepuk tangan peserta upacara.

Dalam kesempatan itu, Rama juga menyampaikan beberapa perihal aktual saat ini terkait kenakalan remaja selain keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa.

Di antaranya, radikalisme, penyalahgunaan dan peredaran narkoba, perkelahian antar pelajar, hingga maraknya pornografi dan pornoaksi.

"Di sini (SMAN 2) kami yakin tidak ada. Namun pada prinsipnya, bahaya radikalisme itu adalah sel-sel tidurnya. Lantas muncul dengan aksi-aksi terorisme. Seperti bom bunuh diri," pungkas Rama.

Kepala SMA Negeri 2 Bangkalan Abdus Syakur mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pemantauan terkait detail perkembangan para siswa melalui para guru.

"Sejauh ini tidak kami menemukan. Penanggulangan radikalisme juga upayakan melalui mata pelajaran Sejarah dan PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)," singkat Abdus Syakur.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved