Berita Bangkalan

Jadi Pembina Upacara, Kapolres Bangkalan Ajak Pelajar SMAN 2 Tolak Anarkisme

Pemerintah mengajak semua berperan aktif dalam pencegahan keterlibatan peserta didik dalam unjuk rasa yang berpotensi kekerasan.

Jadi Pembina Upacara, Kapolres Bangkalan Ajak Pelajar SMAN 2 Tolak Anarkisme
surya.co.id/ahmad faisol
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putera menyampaikan beberapa perihal aktual saat ini terkait kenakalan remaja. Di antaranya keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa, radikalisme, penyalahgunaan dan peredaran narkoba, perkelahian antar pelajar, hingga maraknya pornografi dan pornoaksi dalam Upacara Bendera di SMA Negeri Bangkalan, Senin (11/11/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Guna mencegah keterlibatan pelajar kembali terulang dalam aksi unjuk rasa berujung anarkis beberapa waktu lalu, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putera blusukan ke SMA Negeri 2 Bangkalan, Senin (11/11/2019).

Didapuk sebagai pembina upacara, Rama mengungkapkan keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa menjadi perhatian serius pemerintah.

Melalui Surat Edaran Nomor 9 tertanggal 27 September 2019, pemerintah mengajak semua berperan aktif dalam pencegahan keterlibatan peserta didik dalam unjuk rasa yang berpotensi kekerasan.

"Surat tersebut ditujukan kepada semua kepala daerah dan kepala dinas pendidikan di seluruh Indonesia," ungkap Rama.

Seperti diketahui, pelajar melebur bersama mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI pada September 2019 dan berujung ricuh di sejumlah titik.

Sedangkan di Medan, Sumatera Utara (Sumut), pihak kepolisian terlibat bentrok dengan pelajar saat berusaha membubarkan aksi unjuk rasa di depan DPRD Sumut, Jumat (27/9/2019).

Aksi mahasiswa dan pelajar tersebut untuk menyampaikan aspirasi mencabut Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi dan menolak Rancangan UU Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Diketahui, para pelajar SMA datang ke Gedung DPR RI setelah menerima pesan berantai yang belum jelas asalnya.

"Aksi itu bukanlah murni aksi pelajar namun disusupi kelompok-kelompok yang tak bertanggung jawab," jelasnya.

Rama mengatakan, pihaknya juga berperan aktif dalam upaya pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa berujung kekerasan melalui pembinaan dan penyuluhan.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved