Berita Surabaya

Dua Anak di Bawah Umur Terlibat Penjambretan di Surabaya, Alasannya untuk Foya-Foya

Ketiga pelaku ini menyasar korban yang saat itu sedang sendiri mengendarai motor. Korbannya juga anak di bawah umur.

Dua Anak di Bawah Umur Terlibat Penjambretan di Surabaya, Alasannya untuk Foya-Foya
surya.co.id/firman rachmanuddin
Kapolsek Sukomanunggal Surabaya,Kompol Muljono menunjukkan para tersangka. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tiga anak di bawah umur nekat melakukan aksi jambret di Surabaya.

Mereka adalah NAM (15) warga Dukuh Pakis, AF (17) warga Dukuh Pakis Kinco dan S Efian Adi Saputra (18) warga Dukuh Pakis, Kota Surabaya.

Ketiganya beraksi di bundaran Jalan Raya Sukomanunggal Asri Surabaya, Minggu (10/11/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

Ketiga pelaku ini menyasar korban yang saat itu sedang sendiri mengendarai motor.

Korbannya juga merupakan anak di bawah umur.

"Korban dihentikan pelaku, dihajar dan dipukuli lalu handphonenya dirampas," beber Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Muljono, Senin (11/11/2019).

Tertangkapnya pelaku setelah korban mengikuti satu di antara tiga pelakunya.

"Usai dijambret itu, korban mengikuti salah satu pelakinya sampai di rumahnya. Lalu korban melaporkan kepada kami, dan ditunjukkan rumah salah satu pelaku. Dari situ kami bisa menangkap tiga orang pelakunya," tambah Muljono.

Tak hanya tiga pelaku, polisi juga menangkap satu orang penadah handpone Vivo Y53 milik korban yakni Agung Joko (35) warga Bojonegoro yang kos di Dukuh Pakis.

"Handphone itu dijual seharga 800 ribu kepada penadah yang juga kami tangkap," tandasnya.

Sementara itu, NAM salah satu pelaku mengaku jika uang hasil kejahatannya dibuat untuk berpesta miras dan membeli rokok.

"Buat beli miras, minum sama teman-teman," akunya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved