Breaking News:

SDN Gentong Pasuruan Ambruk

Aroma Korupsi di Balik Ambruknya Atap SDN Gentong Kian Kuat. Ada ASN yang Bakal Jadi Tersangka

Polisi membidik dua ASN yang diduga melakukan korupsi dalam proyek pembangunan SDN Gentong yang ambruk dan menewaskan murid.

tribun jatim/luhur pambudi
Dedi Seto dan Sutaji saat dikeler ke Halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim. Keduanya adalah tersangka dalam dugaan korupsi yang menyebabkan ambruknya atap kelas SDN Gentong di Pasuruan yang menewaskan guru dan murid. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim mencium aroma korupsi di balik ambruknya atap ruang kelas SDN Gentong di Kota Pasuruan yang menyebabkan tewasnya seorang guru dan seorang murid.

Penyidik pun tampaknya akan menetapkan tersangka baru di balik insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, tersangka itu akan dikenai pasal tipikor atau tindak pidana korupsi atas pengadaan pembangunan gedung yang ambruk.

"Kalau salah konstruksinya dan sudah amburadul seperti yang dikatakan krimum (kriminal umum), berarti jelas ada yang namanya korupsi," katanya di Mapolda Jatim, Senin (11/11/2019).

Barang memastikan, penetapan tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi itu akan lakukan secepatnya.

Karena pihak Ditreskrimsus Polda Jatim sementara ini masih mendalami keterangan dari beberapa pihak yang bertanggungjawab atas kasus tersebut, dalam hal ini, adalah pejabat pembuat komitmen.

Mereka diantaranya, pria berinisial RT (43) seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, serta MR (42) seorang aparatur sipil negara (ASN) RSUD Dr Soedarsono Kota Pasuruan.

"Kita tunggu saja satu dua hari, kami akan tetapkan tersangka," jelasnya.

Menurut Barung, dalam pengusutan kasus tersebut seyogyanya tidak hanya memeriksa pihak PPK semata.

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved