Berita Magetan

Musik Gembrungan, Tradisi Tiap Maulid Nabi yang Hampir Punah

musik gembrungan keberadaannya sudah semakin langka, para seniman yang memainkannya pun rata-rata sudah lanjut usia.

Musik Gembrungan, Tradisi Tiap Maulid Nabi yang Hampir Punah
surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
Seni musik Gembrungan, saat ini mungkin hanya ada di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan dan bisa didengarkan setiap memperingati, hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal, penanggalan Hijriyah, di Masjid Jami' Baiturrohiim setemat, Minggu (10/11). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Setiap memperingati Maulid Nabi, warga di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan seharian melantunkan Sholawatan dengan iringan musik gembrungan yang saat ini sudah jarang diperdengarkan di tempat lain.

Lantaran musik gembrungan keberadaannya sudah semakin langka, para seniman yang memainkannya pun rata-rata sudah lanjut usia.

Para seniman lansia ini berharap, musik gembrungan bisa ada penerusnya, sehingga bisa lestari.

Alat musik gembrungan dimainkan oleh 10 orang yang bertugas memainkan gendang, jidor, bedug, serta rebana atau tamborin.

Gelaran musik ini dilaksanakan hampir seharian, setelah warga setempat menggelar pesta pisang yang dilakukan sehari menjelas digelarnya musik gembrungan itu.

Musik tabuh yang dipukul bergantian itu menghasil ritme yang terdengar sangat harmonis dan indah. Sehingga syair-syair shalawat nariyah yang didendangkan para seniman lansia itu serasa berbeda, sangat indah dan menyejukan.

Menurut Kadiman, Ketua Grup Seni Musik Gembrungan, seni musik gembrungan ini merupakan peninggalan nenek moyang untuk syiar agama Islam di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

"Alhamdulillah, musik gembrungan bisa bertahan sampai sekarang ini sebagai upaya nguri-nguri budaya nenek moyang, saat syiar agama Islam di wilayah Desa Nitikan,"kata Kadiman kepada Surya, di Masjid Jami' Baiturrohiim setempat, Minggu (10/11).

Ia berharap, generasi muda di desa setempat bisa terlibat melestarikan seni musik peninggalan nenek moyang itu, sehingga musik gembrungan bisa lestari selama-lamanya.

"Dengan lestarinya musik genbrungan yang mengiringi Shalawat Nariyah ini diharapkan bisa mendapat berkah dan syafaat dari Nabi Besar Muhammad SAW selama di dunia dan akherat,"tandas Kadiman.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved