Berita Surabaya

Pelajar Jadi Pelanggar Terbanyak di Operasi Zebra Semeru 2019, Ini Rencana Polrestabes Surabaya

Satlantas Polrestabes Surabaya mengeluarkan 29.104 tilang dan 104 imbauan kepada para pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Zebra Semeru 2019

Pelajar Jadi Pelanggar Terbanyak di Operasi Zebra Semeru 2019, Ini Rencana Polrestabes Surabaya
surya.co.id/firman rachmanuddin
Operasi Zebra Semeru 2019 yang dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Surabaya sudah menjaring puluhan ribu pelanggar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Operasi Zebra Semeru 2019 berakhir tepat, Selasa (5/11/2019). Dalam operasi yang digelar 14 hari itu, Satlantas Polrestabes Surabaya mengeluarkan 29.104 tilang dan 104 imbauan kepada para pelanggar lalu lintas di jalan.

Di antara 29.104 tilang itu, pelajar menjadi yang paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas. Jumlahnya mencapai 9.603 pelanggar, disusul karyawan swasta yang mencapai 8.225 pelanggar sisanya terbagi dalam kategori profesi lain seperti PNS, sopir dan yang tidak bekerja.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, Kompol Teddy Candra, menyebut jika jumlah pelanggar lalu lintas di jalanan Surabaya masih di dominasi oleh pelajar dari tahun ke tahun.

"Kami tak bosan mengimbau kepada para orang tua agar tidak memfasilitasi para pelajar yang belum memiliki SIM untuk berkendara di jalanan. Itu sangat berbahaya,"kata Teddy, Sabtu (9/11/2019).

Dari rentang usia pelanggar jumlah usia 0 - 20 tahun mencatatkan angka pelanggaran sebesar 9.033.

Kebanyakan, pelanggar anak-anak ini dikarenakan tak memiliki SIM atau tidak melengkapi standar kendaraan saat berlalu lintas.

"Pertama jelas karena tidak punya SIM karena belum cukup umur. Ada juga yang berkendara itu tidak dilengkapi helm, kemudian motor tidak standar dan bebrapa melawan arus juga. Ini bahaya kalau tidak ada kesadaran bersama terutama dari lingkungan rumah dan sekolah," tambahnya.

Ke depan, Satlantas Polrestabes Surabaya akan melakukan upaya sosialisasi ke sekolah-sekolah di tingkat SMP maupun SMA untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan guru agar lebih bijak dalam memberikan aturan bagi para pelajar yang belum memiliki SIM untuk tidak membawa kendaraan bermotor.

"Ini merupakan tanggung jawab bersama, mereka adalah anak-anak kita dan polisi hanya bisa lakukan penindakan sebagai upaya untuk mengingatkan. Kalau terus berulang berarti ada yang harus bersama-sama memperhatikan anak-anak ini. Baik itu orang tua ataupun sekolah," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved