Berita Tulungagung

Api Sudah Padam, Berikut Fakta tentang Pasar Ngunut Tulungagung yang Semalam Terbakar

Kebakaran yang meludeskan Pasar Ngunut, di Desa/Kecamatan Ngunut sejak Jumat (8/11/2019) berhasil dipadamkan.

Api Sudah Padam, Berikut Fakta tentang Pasar Ngunut Tulungagung yang Semalam Terbakar
david yohanes/surya
Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Sekda Prov, Heru Tjahjono meninjau bekas Pasar Ngunut Tulungagung yang terbakar 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kebakaran yang meludeskan Pasar Ngunut, di Desa/Kecamatan Ngunut sejak Jumat (8/11/2019) berhasil dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran masih melakukan pembasahan, agar api tidak lagi berkobar.

Proses pemadaman memakan waktu lebih dari 3 jam. Menurut Kepala UPT Pasar Ngunut, Junaidi, ada 500 pedagang yang terdata dan sekitar 300 pedagang kaki lima.

Pasar menempati lahan seluas 10.000 meter persegi dan berstatus pasar kelas A.

"Di Tulungagung hanya ada 3 pasar kelas A, yaitu Ngunut, Bandung dan Tulungagung," terang Junaidi, Sabtu(9/11/2019 dini hari.

Bagian yang terbakar semuanya terbuat dari kayu dan merupakan pasar lama, sejak tahun 1980-an

Sedangkan pasar baru dibangun berupa hanggar dengan bahan beton, baja dan atap galvalum.

"Kalau misalnya tidak pakai baja dan galvalum, mungkin bangunan baru juga ikut terbakar," tambah Junaidi.

Bagian paling parah ada di tengah, yang berupa loss.

Di tempat ini para pedagang antara lain menjual kosmetik, garmen dan gerabah.

Pasar ini bisa memberikan Pendapat Asli Daerah sebesar Rp 400 juta per tahun.

"Kami akan buatkan tempat penampungan sementara di jalan yang ada di timur pasar. Di situ dulunya adalah tempat pasar pagi," ujar Junaidi.

Status kios pasar Ngunut adalah Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang diperbarui setiap tahun.

Retribusi per kios rata-rata Rp 250 per meter.

Khusus untuk kios emas retribusi dipatok Rp 9000 per meter.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved