Berita Pasuruan

Wawali Pasuruan Buat Skema Pemindahan Siswa SDN Gentong ke Madin

"kegiatan belajar mengajar di SDN Gentong akan dipindahkan ke Madrasah Diniyah (madin) Al Ghofuriyah di gang masjid Al Ghofuriyah kelurahan Gentong,"

Wawali Pasuruan Buat Skema Pemindahan Siswa SDN Gentong ke Madin
SURYA.co.id/Galih Lintartika
Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo (paling kiri) berkunjung ke rumah korban meninggal jatuhnya empat atap kelas SDN Gentong, Kamis (7/11/2019) malam. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo langsung mengambil langkah - langkah penting untuk menyikapi ambruknya empat atap kelas SDN Gentong yang menewaskan dua orang tiga hari yang lalu.

Setelah rapat, Wakil Wali Kota Pasuruan yang akrab dipanggil Teno ini sudah menginstruksikan ke jajarannya agar menginformasikan ke siswa - siswi SDN Gentong untuk persiapan memulai belajar - mengajar kembali.

Teno menegaskan, kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan di SDN Gentong, namun dipindahkan ke sekolah terdekat.

"Semua proses belajar mengajar di SDN Gentong akan dipindahkan ke Madrasah Diniyah (madin) Al Ghofuriyah di gang masjid Al Ghofuriyah kelurahan Gentong," kata pria yang juga menjabat sebagai Plt Walikota Pasuruan, Jum'at (8/11/19) siang

Teno menegaskan, ada enam ruang kelas di madin yang siap digunakan termasuk satu ruang guru. Ia mengaku sudah melakukan pengecekan untuk persiapan pemindahan aktivitas belajar mengajar ini.

Rencananya, belajar mengajar untuk siswa dan siswi SDN Gentong ini akan aktif Senin (11/11/2019) mendatang. Kata dia, meski sekolah dipindah, kemungkinan besar, porsi pelajaran ini tidak sebesar biasanya.

"Tujuh puluh persen pelajaran trauma healing, dan tiga puluh persen pelajaran sekolah. Saya tidak ingin anak - anak jadi korban tidak sekolah atas peristiwa ini. Kasihan mereka, hak mendapatkan pendidikan layak terampas. Makanya, harus sekolah tapi porsinya tidak berat," tambahnya.

Ia mengatakan, metode yang akan digunakan nanti adalah play therapy. Ia optimis, dengan metode ini, anak-anak bisa mengatasi traumanya melalui media permainan.

"Selain dengan cara konseling, kami juga akan menerapkan metode Tapas Acupressure Technique (TAT), yaitu metode terapi yang dilakukan dengan cara menyentuh secara ringan beberapa titik akupuntur di kepala sambil mengarahkan perhatian kepada masalah yang ingin dihadapi," urainya.

Terpisah, Pengelola Madin Al Ghofuriyah, Ustad Nur Wachid mengaku sangat mendukung rencana penggunaan madin sebagai sarana pengganti tempat belajar mengajar siswa dan siswi SDN Gentong.

"Yang dua kelas kalau sore digunakan untuk madin, dan keempat kelas lainya kosong. Namun semua kelas di pagi hari bisa digunakan untuk proses belajar mengajar siswa dan siswi," ungkapnya.

Sekadar diketahui, Madin Al Ghofuriyah berada di lingkungan masjid Kiai Sepuh. Bangunan ini terdiri dari beberapa ruang kelas di dua lantai dengan total kelas 10 ruangan dan 2 kelas berada di depan madrasah. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved