Semen Indonesia Akan Bangun Pabrik Mortar Berkapasitas 375 Ribu Ton Per Tahun

Semen Indonesia mentargetkan penyelesaian pabrik mortar di tahun 2020. Pabrik itu dibangun di kawasan Narogong, Gunung Putri, Jawa Barat

Semen Indonesia Akan Bangun Pabrik Mortar Berkapasitas 375 Ribu Ton Per Tahun
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya PT Mitra Kiara Indonesia (MKI) mentargetkan penyelesaian pabrik mortar di tahun 2020. Pabrik yang dibangun sejak Agustus 2019 itu berada di kawasan Narogong, Gunung Putri, Jawa Barat.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono, mengatakan bahwa pabrik mortar PT MKI dibangun di lahan seluas 2 hektar itu memiliki kapasitas 375.000 ton per tahun. Pabrik mortar ini merupakan pengembangan bisnis Semen Indonesia untuk melengkapi portofolio produk dan layanan guna memperkuat produk derivatif.

“Upaya ini dilakukan untuk memperluas diversifikasi jenis produk yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan,” kata Sigit Wahono di Denpasar, Bali, Kamis (7/11/2019) malam.

Mortar merupakan produk dengan bahan utama semen dan pasir. Pada umumnya, pasir yang digunakan adalah pasir alam, namun untuk produk baru ini, Semen Indonesia telah mengembangkan sebuah inovasi teknologi yang dapat mengolah limestone untuk menggantikan fungsi pasir alam.

Pembangunan pabrik mortar ini guna mengisi ceruk pasar mortar di tanah air yang masih terbuka. Saat ini Semen Indonesia telah memiliki produk mortar yang diproduksi oleh PT Solusi Bangun Indonesia yaitu Mortar Acian, Mortar Pasangan dan Mortar Plesteran.

Prosesi ground breaking pembangunan pabrik saat dilaksanakan Agustus 2019 lalu, dihadiri Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso dan Direktur MKI Mirza Whibowo Soenarto.

Hadir juga dalam acara tersebut Direktur Strategi Bisnis & Pengembangan Usaha Semen Indonesia Fadjar Judisiawan, Direktur Marketing & Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir, Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Aulia Mulki Oemar, Managing Partner AML Anlangentechnik GmBh & Co. KG Matthias Leeke, serta tokoh masyarakat sekitar.

MKI adalah entitas yang merupakan bagian dari Semen Indonesia untuk melakukan bisnis di industri hilir semen yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing Perseroan dan menangkap peluang pertumbuhan industri hilir semen, sehingga dapat menjadi sumber revenue baru bagi Perseroan.

Dalam kesempatan itu, juga disampaikan tentang laporan kinerja keuangan Perseroan periode Januari hingga September tahun 2019. Dimana periode itu, Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 31 persen menjadi Rp 28,12 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 21,45 triliun.

EBITDA juga meningkat 26 persen menjadi Rp 5,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Peningkatan pendapatan dan EBITDA Perseroan selain dari hasil konsolidasi kinerja PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) ke dalam Semen Indonesia grup sejak Februari 2019, juga merupakan hasil dari berbagai upaya sinergi yang dilakukan antar perusahaan dalam Semen Indonesia Grup seperti pemasaran, penataan jaringan distribusi yang terintegrasi, sinergi proses pengadaan, serta terus dijalankannya program cost transformation di berbagai bidang," jelas Sigit.

Laba bersih Perseroan untuk periode 9 bulan 2019 sebesar Rp 1,3 triliun atau menurun 38 persen dari periode yang sama tahun lalu terutama disebabkan adanya peningkatan beban bunga.

Sejalan dengan visi Perseroan untuk menjadi Perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terkemuka di Regional, Perseroan akan terus mengedepankan sinergi di berbagai fungsi antar anggota grup untuk terus dapat meningkatkan profitabilitas dengan mengedepankan cost efficiency melalui berbagai inisiatif cost transformation, serta pengembangan bisnis bahan bangunan yang bernilai tambah.

Sementara itu untuk pertumbuhan volume penjualan domestik Perseroan diluar SBI hingga September 2019 sebesar minus 4,9 persen dibanding tahun 2018, hal ini sejalan dengan permintaan semen di Indonesia sampai dengan September 2019 yang masih mengalami pelemahan sebesar minus 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

"Perseroan berupaya untuk meningkatkan volume penjualan dan mengelola tingkat utilisasi yang optimal dengan menggenjot penjualan ekspor. Hingga September 2019, volume ekspor Perseroan dari Indonesia meningkat 7 persen menjadi 2,9 juta ton," jelas Sigit.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved