Berita Lamongan

Selama Perbaikan, Jalan Nasional Babat - Pucuk Lamongan Sudah Telan 12 Korban Nyawa

Jalan poros nasional di Lamongan, antara Kecamatan Pucuk hingga Kecamatan Babat kerap menimbulkan kecelakaan

Selama Perbaikan, Jalan Nasional Babat - Pucuk Lamongan Sudah Telan 12 Korban Nyawa
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Inspeksi jalan poros nasional di Lamongan dari dinas perhubungan dan Satlantas Polres Lamongan masih menemukan jalan cor yang terputus dan tidak diberi tanda lalu lintas, Jumat (8/11/2019). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Jalan poros nasional di Lamongan, antara Kecamatan Pucuk hingga Kecamatan Babat kerap menimbulkan kecelakaan.

Selama perbaikan jalan yang dimulai pada Juli 2019 itu setidaknya sudah 12 korban meninggal dunia dan 46 korban luka ringan di jalur tersebut.Insiden nahas itu terjadi selama kurun waktu perbaikan jalan di jalur tersebut.

Kanit Laka Lantas Polres Lamongan, Iptu Sudibyo kepada Surya.co.id, Jumat (8/11/2019) mengungkapkan, pihaknya mencatat sejak ada proyek perbaikan jalan jumlah kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Pucuk hingga Babat telah menelan korban meninggal dunia sebanyak 12 orang dan korban luka ringan sebanyak 46 orang. Itu adalah jumlah keseluruhan korban kecelakaan lalu lintas selama proyek perbaikan jalan itu dimulai.

"Jadi ada yang luka berat dan ada yang sampai meninggal dunia," ungkapnya.

Untuk korban kecelakaan luka berat seperti patah tulang masuk di kategori luka ringan dan ke 46 korban luka ringan tersebut sudah termasuk korban patah tulang dan lainnya.

Yang baru terjadi pada Selasa (04/11/2019) lalu, terjadi kecelakaan tunggal roda dua, setelah sebelumnya juga terjadi kecelakaan di tempat yang sama dan penyebab yang sama, yaitu jalan bergelombang.

Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas imbas dari perbaikan jalan nasional di ruas jalan Pucuk- Babat Lamongan, pihaknya telah memberikan rambu dan tanda silang cat putih di jalan yang rusak dan bergelombang.

Pihaknya berharap proyek perbaikan jalan nasional itu segera diselesaikan agar lalu lintas bisa kembali normal dan tidak membahayakan para pengguna jalan.

Sudibyo menambahkan, masyarakat sekitar jalan poros ini juga sudah turun tangan memasang 'tonggak' peringatan seperti dengan memasang batu, bendera dan juga pohon pisang.

Tapi rambu membahayakan dari warga itu sudah disingkirkan oleh anggota Polsek Pucuk. Sementara, dari hasil inspeksi dari Dinas Perhubungan dan juga Satlantas Polres Lamongan masih ditemukan jalan cor yang terputus dan tidak diberi tanda lalu lintas.

Padahal kondisi itu bisa membahayakan pengguna jalan. Juga menemukan banyaknya lubang - lubang kecil di bahu jalan yang ambles.  Informasinya, akan diperbaiki dan direncanakan tuntas akhir Desember.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved