Berita Sumenep

Pilkades Serentak di Sumenep Madura Ricuh, Polisi Tangkap 2 Orang

ratusan warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih mengamuk dan bahkan merusak sarana prasarana di tempat pemungutan suara.

Pilkades Serentak di Sumenep Madura Ricuh, Polisi Tangkap 2 Orang
ist/youtube
Fasilitas di TPS yang rusak akibat kericuhan dalam Pilkades Serentak di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, kabupaten Sumenep, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

SURYA.co.id | SUMENEP - Polisi menangkap 2 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan saat pilkades serentak 2019 di desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, pada 7 November 2019. 

"Saat ini dua orang warga itu masih kami periksa di Polres," kata Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin, Jumat (8/11/2019).

Kata mantan Kapolres Magetan ini, sejumlah barang di area lokasi itu ikut diamankan sebagai barang bukti dalam kasus pilkades serentak 2019 ini.

Sementara itu, menurut warga asli Desa Juruan Laok, dua warga yang diduga terlibat dalam pengrusakan fasilitas itu diantaranya adalah Suro dan Tolak.

"Hari ini informasinya massa dari Desa Juruan Laok mau jemput dua orang tersebut ke Polres Sumenep," kata warga yang namanya minta tidak dituliskan. Jumat (08/11/2019).

Sementara massa yang lain tidak terima apabila dua pelaku itu dibebaskan begitu saja tanpa proses hukum yang jelas.

"Massa lainnya juga sudah siap menolak penjemputan dua orang itu di Polreas Sumenep, alasannya karena itu sudah menghambat pelaksanaan Pilkades dan merusak fasilitas," paparnya.

Kericuhan dalam Pilkades tersebut, sebelumnya menyebabkan proses pilkades dihentikan sementra. 

"Alasannya, selain suasana tidak kondusif, sejumlah fasilitas sudah rusak," kata Muslimin.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved