Berita Nganjuk

Kekeringan Masih Terus Terjadi, Polres Nganjuk Intensif Kirim Bantuan Air Bersih

bantuan air bersih yang dikirim menggunakan mobil water cannon Polres Nganjuk tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Kekeringan Masih Terus Terjadi, Polres Nganjuk Intensif Kirim Bantuan Air Bersih
surabaya.tribunnews.com/ahmad amru muiz
Satu unit mobil Water Cannon Polres Nganjuk dimanfaatkan untuk mendistribusikan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.co.id | NGANJUK - Penyaluran bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan terus dilakukan di Kabupaten Nganjuk.

Kali ini bantuan air bersih disalurkan Jajaran Polres Nganjuk sektor Lengkong di Desa Sumbersono Kecamatan Lengkong kabupaten Nganjuk.

Kapolsek Lengkong, AKP Pramono menjelaskan, bantuan air bersih yang dikirim menggunakan mobil water cannon Polres Nganjuk tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Ini meskipun di daerah lain sudah turun hujan namun kondisi kekeringan di wilayah Kecamatan Lengkong masih terjadi.

"Kami berupaya meringankan beban masyarakat yang dilanda kekeringan sampai betul-betul selesai dan hujan sudah turun," kata Pramono, Jumat (8/11/2019).

Dijelaskan Pramono, untuk satu titik lokasi pihaknya menyalurkan setidaknya 8.000 liter air bersih kepada warga.

Bantuan air bersih tersebut dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan warga untuk memasak, mandi, dan mencuci. Dan kalaupun dirasa kurang maka mobil water canon Polres Nganjuk akan siap kembali mengirimkan bantuan air bersih.

"Yang pasti, kepedulian terhadap warga yang dilanda kekeringan akan terus kami lakukan dengan terus mendistribusikan bantuan air bersih," ucap Pramono.

Memang, diakui Pramono, kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Lengkong kabupaten Nganjuk tidak merata.

Artinya, kekeringan hanya terjadi di sejumlah Desa terutama yang lokasinya masuk kawasan perbukitan. Ini selain sumber air yang biasanya memenuhi kebutuhan air bersih warga mengalami kekeringan, juga air tanah yang semakin dalam sehingga sulit untuk diambil dengan pompa.

"Maka dari itu, kamipun mengharap ada pihak lain yang ikut peduli terhadap dampak kekeringan yang dialami warga di Kecamatan Lengkong," tandas Pramono.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk telah memperpanjang masa tanggap bencana kekeringan hingga 31 November 2019. Ini setelah sampai sekarang ini di Kabupaten Nganjuk belum terjadi turun hujan sehingga warga di sejumlah Desa masih membutuhkan bantuan air bersih.

Kepala Bidang Pencegahan/Mitigasi dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Nganjuk, Nugroho menjelaskan, tim BPBD saat ini terus mendistribusikan bantuan air bersih pada warga yang mengalami kesulitan air. Setidaknya, untuk satu titik lokasi kesulitan air akan dikirim air bersih setiap dua hari sekali.

"Jadi saat ini kami masih terus melakukan pendistribusian bantuan air kepada warga yang kesulitan air bersih seiring dengan diperpanjangnya masa tanggap bencana kekeringan oleh Bapak Bupati Nganjuk," kata Nugroho.

Dikatakan Nugroho, untuk data warga terdampak kekeringan dan dikirim bantuan air bersih oleh BPBD tidak mengalami perubahan. Yakni warga terdampak kekeringan di Kabupaten Nganjuk mencapai 2.091 Kepala Keluarga atau sebanyak 6.549 jiwa. Mereka berada di 5 Kecamatan di Kabupaten Nganjuk, masing-masing Kecamatan Lengkong, Kecamatan Ngluyu, Kecamatan Jatikalen, Kecamatan Loceret, dan Kecamatan Ngetos.

"Warga terdampak kekeringan itu tersebar di tujuh desa atau berada di 12 dusun. Saat ini droping air bersih dari BPBD dan instansi terkait lainya di Kabupaten Nganjuk terus dilakukan," tutur Nugroho.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved