Citizen Reporter

Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat SMA/SMK se-Jatim, Berkat Teratai

Lomba yang bertajuk Trunojoyo Agroindustrial Technology Event (Talent) itu bertemakan Semarak Inovasi Pangan Agroindustri

Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat SMA/SMK se-Jatim, Berkat Teratai
Jadid Al Falisy/citizen reporter
Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat SMA/SMK se-Jatim, Berkat Teratai 

SURYA.co.id - Dua siswa siswa SMA Unggulan BPPT Al Fattah Lamongan, Abelliano Felby Pradhana dan Silviana Alifiya Yulianti, menyabet Juara I dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat SMA/SMK se-Jawa Timur, Rabu (6/11/2019).

Lomba yang bertajuk Trunojoyo Agroindustrial Technology Event (Talent) itu bertemakan Semarak Inovasi Pangan Agroindustri untuk Solusi Problematik Pangan dan Lingkungan.

Sebanyak 400 peserta dari berbagai SMA sederajat di Jawa Timur mengikuti even tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Penyeleksian LKTI terdiri atas beberapa tahapan.

Pertama, seluruh peserta mengumpulkan abstrak untuk diseleksi. Selanjutnya, peserta diminta mengumpulkan full paper dan hanya 10 karya tulis ilmiah yang akan lolos ke babak final dan mempresentasikan karya tulisnya di hadapan dewan juri.

Pada babak presentasi, tim dari SMA Unggulan BPPT Al Fattah Lamongan berhasil menyakinkan dewan juri dan keluar sebagai juara melalui judul inovasi PENERA (tempe nelumbo nucifera), yaitu pemanfaatan sumber alam lokal untuk meningkatkan potensi pangan nasional dengan cara pemanfaatan biji teratai sebagai bahan dasar pembuatan tempe.

Abel, siswa kelas XII yang bertugas sebagai ketua tim, menuturkan, inovasi yang dikembangkan itu, untuk menambah manfaat biji teratai sebagai bahan makanan layak konsumsi penuh gizi serta bernilai ekonomi.

“Selain itu, juga bertujuan sebagai solusi problematik lingkungan, yaitu mengurangi populasi tanaman teratai yang mengganggu jalannya transportasi petani tambak di Desa Jabung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan,” kata Abel.

Perjuangan mereka tidak mudah. Kedua siswa yang tinggal di Pondok Pesantren Al Fattah 2 Siman Lamongan, harus bisa membagi waktu dengan baik antara kegiatan penelitian karya tulis dengan kegiatan lain baik yang ada di sekolah maupun pondok.

Namun berkat kedisipilinan mereka mengatur waktu serta bimbingan guru pembina KIR, Edi dan Fitroh, akhirnya usaha itu membuahkan hasil.

Nur Kakim, Kepala SMA Unggulan BPPT Al Fattah Lamongan, mengapresiasi para siswanya yang telah mengukir prestasi itu.

“Prestasi yang diraih ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan,” tuturnya.

Ia menambahkan, sekolah memberikan ruang seluas-luasnya bagi para siswa untuk mengembangkan diri dalam bidang akademik maupun nonakademik sesuai dengan minat dan bakat.

”Siapa pun yang memiliki kemampuan dan peluang untuk menunjukkan potensinya, akan selalu kami dukung sepenuhnya, karena hal itu merupakan komitmen kami selaku stakeholder lembaga,” ujarnya.

Jadid Al Farisy
Pengiat literasi Lamongan
alfarisy.jafa@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved