Berita Mojokerto

DLH Kabupaten Mojokerto Ambil Sampel Air Dari Sungai Ledeng yang Tercemar Limbah Usus Ayam

Hasil uji lab sampel air bisa diketahui selama 10 hari kerja. Sehingga, pihaknya belum bisa menyimpulkan sementara sampel air yang telah diambil

DLH Kabupaten Mojokerto Ambil Sampel Air Dari Sungai Ledeng yang Tercemar Limbah Usus Ayam
surabaya.tribunnews.com/febrianto ramadani
Petugas DLH Kabupaten Mojokerto mengambil sampel air dari sungai Ledeng di Mojokerto yang tercemar limbah dari industri pengolahan ayam. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kepala Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto, Aminudin, mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Modopuro,  Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya, mereka mengeluh karena sungai di desanya tercemar limbah dari industri pengolahan ayam. 

"Kami bersama Polres Mojokerto mengambil sampel air di Sungai Avour Ledeng. Jadi kami ambil dua titik. Titik bawah sama titik atas. Yang mana titik atas itu sebelum ada masukan dari limbah domestik termasuk industri yang ada di sini,"ujarnya usai mengambil sampel air, Jumat (8/11/2019).

Aminudin menambahkan, hasil uji lab sampel air bisa diketahui selama 10 hari kerja. Sehingga, pihaknya belum bisa menyimpulkan sementara sampel air yang telah diambil di Sungai Ledeng.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima, menjelaskan, pihaknya telah menemukan hasil pengembangan penyelidikan terhadap sungai ledeng di Desa Modopuro.

"Masih Diduga limbah. Kami telah mengambil sampel. Hasilnya terdapat kotoran usus ayam yang berasal dari industri makanan ringan berbahan dasar usus ayam," ujarnya, Jumat (8/11/2019).

AKP Dewa Putu Prima, menambahkan,sudah 11 pengelola industri makanan ringan yang juga warga sekitar telah dimintai keterangan oleh kepolisian.

"Dari keterangan pengelola industri, setiap hari kegiatannya mencuci usus ayam yang dibeli di Pabrik Sosis di Sidoarjo. Itu dicuci di Sungai. Kemudian air cucian dibuang di saluran air yang tersambung dengan sungai tersebut," imbuhnya.

Kemudian ,lanjut Dewa Putu Prima, pihaknya juga memeriksa saluran hilir Sungai Ledeng. Hasilnya, saluran hilir Sungai Ledeng terhambat karena ada penutupan.

"Sungai Ledeng menyambung ke Sungai Sadar. Saat ini Sungai Sadar sedang dibangun Tanggul Sungai. Jadi saluran air Sungai Ledeng ke Sungai Sadar ditutup jadi arusnya terhambat," terangnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved