Berita Malang Raya

Rekonstruksi Pembunuhan Balita di Malang, Ayah Tiri Peragakan 20 Adegan

AKBP Dony Alexander mengatakan, ada 20 adegan yang diperagakan oleh tersangka. Reka adegan dimulai saat tersangka melihat korban buang air sembarangan

Rekonstruksi Pembunuhan Balita di Malang, Ayah Tiri Peragakan 20 Adegan
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Tersangka pembunuhan balita umur tiga tahun di Malang, Ery Anwar, setelah memperagakan adegan di rumahnya. Foto: 

Laporan Wartawan TribunJatim, Aminatus Sofya

SURYA.co.id | MALANG - Polres Malang Kota menggelar reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan balita umur tiga tahun. Rekonstruksi dilaksanakan di rumah pelaku di Perumahan Tlogowaru Indah, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Pelaku dalam perkara ini adalah Ery Anwar dan si korban bernama Agnes Arnelita yang merupakan anak tiri.

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengatakan, ada 20 adegan yang diperagakan oleh tersangka. Reka adegan dimulai ketika tersangka melihat korban buang air sembarangan, menganiaya korban di kamar mandi hingga di rumah sakit.

“Pada adegan keempat ini kami sinkronkan. Dalam berita acara tersangka mengatakan bahwa korban dibopong dalam keadaan tengkurap ternyata korban terlentang dulu,” tutur Dony, Kamis (7/11/2019).

Ia menjelaskan tersangka menginjak korban sebanyak tiga kali yakni di bagian perut dan punggung. Akibat injakan itu, usus besar Agnes mengalami pendaharan hingga mengakibatkan kematian.

“Dalam keterangan BAP, tersangka bilang dua kali tapi tadi ternyata tiga kali,” katanya.

Dari seluruh adegan yang dipergakan, tidak terlihat keberadaan ibu kandung Agnes, Hermin. Agnes meninggal pada Rabu (30/10) lalu.

Awalnya, Ery menyangkal membunuh Agnes dan berdalih balita malang itu tewas karena tenggelam di kamar mandi. Namun hasil visum di RS Saiful Anwar menyatakan Agnes meninggal karena pendarahan usus yang disebabkan tekanan keras.

Polisi akhirnya menetapkan Ery sebagai tersangka. Pria 36 tahun itu dijerat pasal 80 ayat 3 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 - 20 tahun penjara.

Warga Rela Bolos Kerja Demi Menonton Reka Ulang Kasus Pembunuhan Bayi di Malang

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved