Berita Madiun

Penyebab Anjloknya KA Wijayakusuma relasi Surabaya Gubeng-Cilacap Masih Belum Diketahui

Kementerian Perhubungan sedang menyelidiki penyebab anjloknya gerbong KA Wijayakusuma relasi Surabaya Gubeng-Cilacap di emplasemen Stasiun Barat.

Penyebab Anjloknya KA Wijayakusuma relasi Surabaya Gubeng-Cilacap Masih Belum Diketahui
Foto PT KAI Daops 7 Madiun
Kereta Api (KA) Wijayakusuma relasi Surabaya Gubeng - Cilacap mengalami anjlok pada dua kereta di emplasemen Stasiun Barat. 

SURYA.co.id|MADIUN - Sejumlah Kereta Api (KA) dari arah Jakarta, Bandung, dam Surabaya yang melewati wilayah Daop 7 Madiun, masih mengalami keterlambatan, Kamis (7/11/2019). Rata-rata keterlambatan mencapai sekitar 20 menit.

Beberapa di antaranya terjadi pada KA 156e (Singasari) relasi Pasarsenen - Blitar masuk Stasiun Blitar 03.49 terlambat 29 menit, KA 176a (Brantas) relasi Pasar Senen - Blitar masuk Stasiun Wilangan 04.19 terlambat 23 menit, dan KA 182a (Kahuripan) relasi Kiaracondong - Blitar masuk Stasiun Babadan, terlambat 21 menit.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan kedua jalur baik hulu dan hilir sudah normal dan bisa dilewati. Operasional KA juga kembali normal, dan semua rangkaian KA Wijayakusuma yang anjlok sudah dikirim ke Dipo Kereta Madiun, yang selanjutnya akan dikirim ke Dipo induk Purwokerto,.

"Meski demikian, dari pihak unit jalan rel menentukan batas kecepatan sementara untuk semua KA yang melintas di jalur bekas lokasi anjlok dibatasi kecepatanya hanya 60 km/jam," kata Ixfan, Kamis (7/11/2019).

Mengenai penyebab anjlok hingga saat ini masih dalam penyelidikan.

Saat ini, tim internal dari KAI yakni Tim Keselamatan atay Safety and Health Environment (SHE) bersama tim dari Kementerian Perhubungan sedang menyelidiki penyebab anjloknya gerbong KA Wijayakusuma relasi Surabaya Gubeng-Cilacap di emplasemen Stasiun Barat pada Selasa (5/11/2019) kemarin malam.

"Penyebabnya bisa teknis dan non teknis, tetapi kami beluk bisa menyampaikan karena masih dalam proses penyelidikan," katanya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved