Berita Nganjuk

Pentingnya Menjaga Kesehatan Jiwa, Nganjuk Kirim 50 Orang Ikuti Jambore Kesehatan Jiwa Tingkat Jatim

Kampanye kesehatan jiwa juga bertujuan untuk menghapus stigma pada orang penyandang disabilitas psikososial

Pentingnya Menjaga Kesehatan Jiwa, Nganjuk Kirim 50 Orang Ikuti Jambore Kesehatan Jiwa Tingkat Jatim
SURYA.co.id/Ahmad Amru Muiz
Sejumlah tenaga kesehatan jiwa Kabupaten Nganjuk saat ikuti pembekalan sebelum diberangkatkan ke Jambore Kesehatan Jiwa tingkat Provinsi Jatim, Kamis (7/11/2019). 

SURYA.co.id | NGANJUK - Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengirimkan 50 peserta ke ajang Jambore Kesehatan Jiwa tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pengiriman tenaga kesehatan dalam Jambore tersebut sebagai salah satu upaya Pemkab Nganjuk untuk peningkatan pengetahuan dalam penanganan penderita sakit jiwa di Kabupaten Nganjuk nantinya.

Asisten Umum Setda Kabupaten Nganjuk, Suharono menjelaskan, Jambore Kesehatan Jiwa tingkat Provinsi Jatim "Sehat Jiwa Untuk Semua" tersebut bertujuan untuk mengampanyekan kesehatan jiwa.

Dan melalui jambore Kesehatan Jiwa tersebut, diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa.

"Soal kesehatan jiwa ini sekarang tidak boleh disepelekan, karena munculnya penyakit jiwa itu bisa disebabkan oleh persoalan yang juga sepele yang harus disadari oleh masyarakat," kata Suharono, Kamis (7/11/2019).

Dijelaskan Suharono, masalah kesehatan jiwa sekarang ini penyelesainya bukan hanya sekedar tugas dari pemerintah saja. Akan tetapi soal kesehatan jiwa merupakan tugas bersama dan memerlukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Disamping itu, menurutnya kampanye kesehatan jiwa juga bertujuan untuk menghapus stigma pada orang penyandang disabilitas psikososial.

Dengan begitu diharapkan orang dengan disabilitas psikososial tersebut bisa dapat kembali berdaya dan mandiri secara sosial serta ekonomi.

"Maka dari itu, kami menilai positip digelarnya jambore kesehatan Jiwa tingkat Provinsi Jatim, sehingga kami mengirimkan peserta dalam kegiatan tersebut," ucap Suharono.

Diakuinya, persoalan kesehatan jiwa belakangan ini semakin meningkat. Hal ini seiring dengan situasi dan kondisi di masyarakat yang semakin komplek dan beragam.

Mereka yang mendapatkan persoalan mudah terkena sakit jiwa karena merasa tidak kuat menangung beban pikiran yang cukup berat.

"Oleh karena itu, menjaga kesehatan jiwa sekarang ini cukup penting dan tidak hanya menjaga kesehatan jasmani saja," tutur Suharono.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved