Berita Jember

Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Mushola Jember Pernah Bacok Ibu Nyai di Ponpes Tempatnya Mondok

Pelaku pembunuhan mayat dalam mushola pernah membacok Ibu Nyai di Ponpes Tempatnya belajar

Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Mushola Jember Pernah Bacok Ibu Nyai di Ponpes Tempatnya Mondok
surya.co.id/sri wahyunik
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat menginterogasi Bahar Mario (anak Surono). 

SURYA.co.id | JEMBER - Pelaku pembunuhan mayat dalam mushola, Bahar Mario (25), ternyata seorang resedivis. Bahar yang membunuh ayah kandungnya, Sugiono alias Surono alias Pak Wid (51), pernah menganiaya istri pimpinan pondok pesantren (Nyai) tempat ia belajar.

Hal ini terungkap berdasarkan catatan kepolisian yang disampaikan kepada wartawan oleh Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat rilis di Mapolres Jember, Kamis (7/11/2019). Bahar asal Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Ledokombo, itu ditahan selama 2 tahun 8 bulan di Lapas Jember pada 2009 dari kasus penganiayaan Ibu Nyai di sebuah pondok pesantren.

"Tersangka Bhr ini seorang residivis. Pernah ditahan. Dia menganiaya Ibu Nyai-nya," ujar Alfian.

Video Ungkap Kasus Mayat Dalam Mushola Jember, Istri & Anak Berkonspirasi Bunuh Surono Karena Harta

Jika mengacu kepada umur, maka ketika itu usia Bahar masih belasan tahun.

Dari informasi yang dihimpun Surya, Bahar dikenal sebagai anak nakal saat remajanya.

Karena itu, orangtuanya mengirim dia ke sebuah pondok pesantren.

Ternyata saat mondok itu, dia malah menganiaya Ibu Nyai-nya.

"Pelaku membacok Ibu Nyai-nya itu," ungkap Alfian.

Alfian tidak menyebut nama si Ibu Nyai, dan juga pondok pesantrennya.

Tetapi polisi memiliki catatan perbuatan Bahar tersebut dan ia divonis 2 tahun 8 bulan oleh PN Jember.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved