Kilas Balik

Kopassandha Sempat Frustasi Saat Buru Xanana Gusmao, Tertangkap Setelah Bongkar Pakaian di Lemari

Kopassandha Sempat Frustasi Saat Buru Xanana Gusmao, Tertangkap Setelah Bongkar Pakaian di Lemari. Berikut kisahnya

Kopassandha Sempat Frustasi Saat Buru Xanana Gusmao, Tertangkap Setelah Bongkar Pakaian di Lemari
Kolase Tribun Jambi dan Tribun Timur
Kopassandha Sempat Frustasi Saat Buru Xanana Gusmao (foto hanya ilustrasi) 

Dilansir dari Wikpedia, Xanana Gusmao memiliki nama lengkap Kay Rala Xanana Gusmão GCL

Ia lahir di Laleia, Manatuto, Timor Portugis, 20 Juni 1946

Xanana Gusmao adalah mantan gerilyawan yang menjabat Presiden Timor Leste yang pertama, mulai 20 Mei 2002-20 Mei 2007.

Kini, ia menjabat sebagai Menteri Perencanaan dan Investasi pada kabinet Pemerintah Konstitusional Keenam, sejak 16 Februari 2016.

Pada 6 Februari 2015, ia menyampaikan surat pengunduran diri dari posisi perdana menteri, dalam kerangka perombakan pemerintahan yang akan merampingkan kabinet.

Ia digantikan oleh Rui Maria de Araújo, Mantan Menteri Kesehatan dan seorang dokter alumnus Selandia Baru.

Sebelum menjadi gerilyawan, ia adalah seorang pemain sepak bola dan wartawan, namun kemudian bergabung dengan para pejuang Timor Leste melawan pemerintahan Indonesia.

Sekitar 20 tahun perjuangan bersenjata di hutan dan pegunungan, Xanana lalu memimpin pasukan gerilya hingga ditangkap tentara Indonesia pada 20 November 1992.

Ia harus menjalani pemenjaraan politik selama tujuh tahun hingga kemudian dibebaskan pada 7 September 1999 oleh pemerintah Indonesia setelah runtuhnya kekuasaan Orde Baru.

Tahun 1974, Xanana bergabung dengan Fretilin dan menjadi pemimpin Falintil tahun 1978.

Tahun 1987, ia memutuskan keluar dari Fretilin dan membentuk Dewan Pertahanan Nasional rakyat Maubere (CNRM).

Langkah ini dilakukan guna merangkul semua pihak termasuk gereja demi menghindari kesan perjuangan kemerdekaan hanya dilakukan Fretilin.

Untuk mendapat pengakuan internasional, Xanana menyempurnakannya dengan mengubah CNRM menjadi CNRT (Dewan Pertahanan Nasional Rakyat Timor) tahun 1998 di Pinichi (Portugal).

Pada tahun 1992, ia ditangkap dan dipenjara di Cipinang, Jakarta.

Namanya agak tenggelam ketika UNTAET mengambil alih wewenang sementara di Timor Leste pada 26 Oktober 1999 dan baru mencuat kembali menjelang pemilu presiden.

Setelah Timor Leste merdeka pada 20 Mei 2002, ia terpilih menjadi presiden.

Setelah menceraikan istri pertamanya yang orang Timor asli dan bernama Emilia Batista, Xanana menikah dengan seorang wanita Australia bernama Kirsty Sword.

Mereka mempunyai anak dengan nama Alexander Sword Gusmao.

Pada Maret 2006, 691 prajurit Timor Leste dipecat atas tuduhan melakukan desersi.

Hal ini menimbulkan gejolak politik yang hebat, sehingga Gusmão mengambil alih kendali pemerintahan.

Karismanya sebagai pemimpin perjuangan rakyat Timor Leste cukup berhasil menenangkan para pemberontak, meskipun sebelumnya Gusmão terpaksa harus mengundang pasukan-pasukan asing dari Australia, Selandia Baru dan Malaysia untuk membantunya meredam para pasukan pemberontak.

Perdana Menteri Mari Alkatiri dituding banyak berperan dalam pemecatan para prajurit Timor Leste.

Karena itu, pada Juni 2006 Gusmão mendesak agar Alkatiri mengundurkan diri.

Setelah sebelumnya bersikeras tidak akan mundur, Alkatiri akhirnya menyerah dan mengumumkan pada 26 Juni 2006, bahwa ia mengundurkan diri dari jabatannya.

Sehari sebelumnya José Ramos Horta menyatakan tidak mau ambil bagian dalam kabinet Alkatiri serta melepaskan kedudukannya sebagai menteri luar negeri dan menteri pertahanan.

Selain Ramos Horta, tujuh anggota kabinet lainnya di bawah Alkatiri pun menyatakan siap mundur.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved