Pilwali Surabaya 2020

Buka Peluang Koalisi dengan PDI Perjuangan, Gerindra Terima Posisi Wakil Walikota Surabaya

Gerindra realistis di Pilwali Surabaya 2020. Mereka siap berkoalisi dengan PDI Perjuangan demi mendapat posisi Wakil Wali Kota Surabaya

Buka Peluang Koalisi dengan PDI Perjuangan, Gerindra Terima Posisi Wakil Walikota Surabaya
SURYA.co.id
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, Sutadi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Gerindra bersikap realistis pada pilkada Surabaya 2020 mendatang. Tak ngotot ajukan bakal calon Walikota, Gerindra bersedia mengusulkan nama bakal calon wakil Walikota apabila berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Berdasarkan penjelasan Ketua DPC Gerindra Surabaya, BF Sutadi, PDI Perjuangan memiliki dominasi di kota Pahlawan. Dari total 50 kursi DPRD Surabaya, partai berlambang kepala banteng ini memiliki 15 kursi di antaranya.

Sedangkan Gerindra berada di peringkat kedua dengan lima kursi. ”PDI Perjuangan memang menjadi satu-satunya partai yang tak perlu koalisi di pilkada Surabaya,” kata Sutadi ketika dikonfirmasi di Surabaya beberapa waktu lalu.

Dengan mempertimbangkan dinamika tersebut, Gerindra membuka peluang untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan. ”Kalau PDI Perjuangan bisa berada di posisi Calon Walikota, kami bisa mencalonkan Wakil Walikotanya. Ini bisa jadi,” kata Sutadi yang juga pernah menjadi calon Walikota Surabaya ini.

Menurutnya, kontestasi pemilu di Surabaya berlangsung cair dan lepas dari kepentingan pemilihan presiden di 2019 lalu. ”Di politik kan nggak ada yang nggak mungkin,” jelas mantan Anggota DPRD Surabaya ini.

Terkait dengan nama yang akan diusulkan sebagai bakal calon walikota, pihaknya masih akan melakukan penjaringan. Yang mana, Gerindra membuka pendafataran sejak 25 oktober lalu hingga 15 November 2019 mendatang.

Hingga saat ini, sudah ada 12 nama yang mengambil formulir. ”Kami sedang melakukan penjaringan sekaligus mengiventarisir calon potensial. Calon dari Gerindra tentu juga tak lepas dari rekomendasi DPP,” kata Sutadi.

Terkait 12 nama yang telah mengambil formulir tersebut, Sutadi menjelaskan bahwa belum ada kader PDI Perjuangan yang merapat. Namun, kemungkinan masih terbuka mengingat masih panjangnya proses pendaftaran di Gerindra.

”PDI Perjuangan kan juga membuka penjaringan sendiri. Jadi, kami hormati mekanisme masing-masing partai,” pungkas Sutadi.

Sikap yang disampaikan oleh Sutadi tersebut hampir senada dengan pernyataan Ketua DPD Gerindra Jatim, Soepriyatno. Menurut Soepriyatno, Surabaya memiliki kekhasan.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved