Ekonomi Bisnis

3 Perusahaan di Jatim Melantai di BEI pada 2019, Investor Saham Aktif Tembus 130 Ribu

Pada 2019, tiga perusahaan di Jatim menambah jumlah perusahaan Jatim yang tercatat di BEI

3 Perusahaan di Jatim Melantai di BEI pada 2019, Investor Saham Aktif Tembus 130 Ribu
surya/sri handi lestari
Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jatim, Dewi Sriana Rihantyasni, saat kunjungan ke pabrik sebagai salah satu perusahaan emiten dari BEI, Rabu (6/11/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sampai dengan 22 Oktober 2019, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah perusahaan yang melantai di pasar bursa mencapai 656 perusahaan, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 7.159 triliun.

"Dari jumlah tersebut, terdapat 38 Perusahaan yang berasal dari Jawa Timur, atau mencapai 6,3 persen dari total perusahaan yang tercatat di BEI," kata Dewi Sriana Rihantyasni, Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur, Rabu (6/11/2019) disela kegiatan workshop di Surabaya.

Pada 2019, tiga perusahaan di Jatim menambah jumlah perusahaan Jatim yang tercatat di BEI, yaitu PT Darmi Bersaudara Tbk dengan kode saham KAYU, PT Indonesian Tobacco Tbk dengan kode saham ITIC dan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk dengan kode saham OPMS.

Dewi menyebut Jatim juga memiliki potensi dari segi jumlah investor saham.

Terbukti dengan jumlah Single Investor Identification (SID) aktif sebanyak 130.884 investor saham, dengan Surabaya sebagai Ibu Kota Provinsi memberikan kontribusi jumlah investor terbanyak di Jatim dengan 46.912 investor saham, berdasarkan data per bulan September 2019.

"Jumlah investor yang cukup besar tersebut salah satunya dihasilkan dari keaktifan Galeri Investasi BEI (GI BEI) di Provinsi Jatim yang menjadi garda terdepan dalam memberikan literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia khususnya di Jatim data per 28 Oktober 2019 mencatat 61 GI BEI berada di wilayah Jawa Timur dengan enam diantaranya fokus pada Pasar Modal Syariah yang identik dengan nama Galeri Investasi Syariah BEI (GIS BEI)," jelas Dewi Sriana.

GI BEI dan GIS BEI memerlukan sinergi yang baik dan berkesinambungan dalam menjalankan literasi dan inklusi pasar modal.

Sinergi antara pengelola GI BEI dengan Anggota Bursa (AB) yang berjumlah 59 AB di wilayah Jawa Timur dan 40 diantaranya berada di Kota Surabaya.

Sementara itu, untuk workshop dengan tema tentang Pasar Modal Syariah digelar untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pasar modal syariah.

"Senada dengan kampanye BEI terkait 'Go Public, Lebih Baik' yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah Perusahaan Tercatat untuk melantai di Bursa," jelas Dewi Sriana.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved