Berita Mojokerto

Pesan Panglima Divisi Infanteri 2 saat Lepas 860 Personel Pasukan Perdamaian Dunia ke Monusco Kongo

Panglima Divisi Infanteri 2, Mayjen TNI Tri Yuniarto, hadir di markas Prajurit Yonif Para Raider 503, Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Pesan Panglima Divisi Infanteri 2 saat Lepas 860 Personel Pasukan Perdamaian Dunia ke Monusco Kongo
surya.co.id/febrianto ramadani
Sebanyak 860 personel akan diterbangkan ke Monusco Kongo dalam misi perdamaian dunia. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Panglima Divisi Infanteri 2, Mayjen TNI Tri Yuniarto, hadir di markas Prajurit Yonif Para Raider 503, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (5/11/2019).

Kedatangan Mayjen TNI Tri Yuniarto untuk melepas keberangkatan ratusan personel Tentara Nasional Indonesia yang akan bertugas sebagai pasukan perdamaian Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

Sebanyak 860 personel akan diterbangkan ke Monusco Kongo. Personel yang tergabung dalam Indo RDB 39B tersebut terdiri dari angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara.

Guna memastikan persiapan para prajuritnya, Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto turun dari podium untuk memeriksa secara langsung kesiapan dan material para prajurit yang akan digunakan untuk menunjang tugas sebagai pasukan perdamaian.

"Misi yang dilaksanakan oleh Yonif Para Raider 503 sebagai batalyon gerak cepat TNI atau Satgas Kontingen Garuda. Fungsi mereka sebagai pasukan gerak cepat dibawah kendali PBB yang wilayah operasinya di Republik Kongo," terangnya usai memimpin Upacara Pelepasan Batalyon Satgas Gerak Cepat, Selasa (5/11/2019).

Mayjen TNI Tri Yuniarto mengatakan, Pasukan Yonif Para Raider 503 akan menjalankan sejumlah tugas dan mandat dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dengan masa tugas selama satu tahun.

"Tugas mereka pertama adalah melaksanakan perlindungan terhadap masyarakat sipil, memelihara dan membantu penguatan dari pemerintah demokratik kongo yang saat ini mengalami gangguan, serta ikut membantu personil pbb yang bertugas di Kongo," ujarnya.

Mayjen TNI Tri Yuniarto menambahkan, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh ratusan personel Yonif Para Raider 503 dengan tujuan bisa diterapkan di medan tugas nantinya.

"Persiapan yang dilaksanakan adalah mental dan fisik kesehatan serta kemampuan dasar militer. Kemampuan dasar militer harus dilatih untuk meyakinkan mutu tempur yang harus mereka dimiliki. Selama 30 hari mereka juga melaksanakan pra tugas di pusat misi perdamaian TNI di Sentul, Bogor," imbuhnya.

Penugasan ini, lanjut Tri Yuniarto sebuah kehormatan dan buah penghargaan dari TNI kepada Yonif Para Raider 503 atas kesuksesannya dalam pengamanan batas negara Indonesia dan Papua Nugini.

"Tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jaga nama baik kesatuan dan nama Indonesia di mata forum internasional," pesan Mayjen TNI Tri Yuniarto.

"Berikan kesan bahwa Indonesia adalah negara cinta damai dan negara bersahabat. Tampilkan sikap profesional dan semoga menjadi kontingen yang memberikan terbaik bagi Indonesia dan Dunia. Berangkat dengan kehormatan, pulang dengan kebanggan," pungkasnya.

3 Attachments

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved