Ekonomi Bisnis

Permintaan Pasar Meningkat, PT Sekar Laut Siap Tambah Produksi Kerupuk Hingga 25 Persen

Perusahaan kerupuk asal Sidoarjo, PT Sekar Laut Tbk, akan menambah produksi kerupuk hingga 25 persen.

Permintaan Pasar Meningkat, PT Sekar Laut Siap Tambah Produksi Kerupuk Hingga 25 Persen
surya/sri handi lestari
Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jatim, Dewi Sriana Rihantyasni, saat kunjungan ke pabrik sebagai salah satu perusahaan emiten dari BEI, Rabu (6/11/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan kerupuk asal Sidoarjo, PT Sekar Laut Tbk, akan menambah produksi kerupuk hingga 25 persen. Langkah itu dilakukan mengingat permintaan pasar baik lokal maupun ekspor yang semakin meningkat.

“Secara total market, konsumsi kerupuk bagi orang Indonesia itu mencapai 200 ton/hari, dan itu potensinya sangat besar sehingga kami perlu melakukan peningkatan kapasitas produksinya,” kata John C Gozal, Direktur Sekar Laut Tbk saat menerima kunjungan dari BEI Jawa Timur, Rabu (6/11/2019) di pabrik Sidoarjo.

Dari jumlah tersebut, saat ini yang bisa dipenuhi ol3h produk Sekar Laut hanya sekitar 15 persen atau setara 30 ton/hari seusai dengan tingkat utilisasi pabrik yang sudah mencapai 90 persen.

Langkah peningkatan kapasitas ini mulai dilakukan dengan mengahadirkan mesin baru untuk produksi krupuk dan diharapkan tahun 2020 mulai operasional.

Selain pasar lokal, produk Sekar Laut juga harus memenuhi permintaan pasar ekspor.

Dari total produksi, sekitar 50 persen pasar Sekar Laut adalah ekspor.

"Kami memiliki pasar ekspor yang kontribusinya selama ini sudah mencapai 50 persen. Ekspor sudah dilakukan di 30 negara yang tersebar di 5 benua. Paling besar di Belanda," jelas John.

John menambahkan, tahun ini pun perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan bisa tembus 20 persen.

Kinerja penjualan pada September 2019 pun telah tumbuh 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sampai saat ini, sekitar 50 persen kontribusi penjualan di Sekar Laut masih kerupuk.

Sekitar 40 persen dikontribusi oleh produk sambal dan saos, serta 10 persen dari produk roti yang dengan pasar jaringan restaurant franchise yang banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Produk roti kami selama ini diserap oleh restoran, dan ke depan produk roti pun perlu peningkatan kapasitas juga karena potensi roti juga masih besar,” jelas John.

Selain tiga produk tersebut, yang terbaru adalah produk snack yang kontribusinya masih sangat kecil yakni di bawah 10 persen.

Produk snack merupakan produk yang siap makan, dan segmennya pasarnya akan menyasar ke ritel melalui jaringan mini market.

“Snack kerupuk dengan merek Pars ini sudah masuk di minimarket seperti Alfamart dan Indomart, dan tahun ini penjualannya akan kami tingkatkan dulu," tandas John.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved