Berita Surabaya

Lewat 'Nyala' Reka Kajaksana Ajak Perempuan untuk Tidak Menyerah terhadap Keadaan

Seorang ayah menuntut anak perempuan untuk mengerjakan hal-hal domestik dan bertingkah sesuai norma keperempuanan di masyarakat.

Lewat 'Nyala' Reka Kajaksana Ajak Perempuan untuk Tidak Menyerah terhadap Keadaan
surya.co.id/sugiharto
Reka Kajaksana menunjukkan buku karyanya berjudul "Nyala", Selasa (5/11/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang ayah menuntut anak perempuan untuk mengerjakan hal-hal domestik dan bertingkah sesuai norma keperempuanan di masyarakat.

Si ayah punya kebiasaan menguncir rambut anaknya. Suatu ketika, si anak merasa jengah dan berpikir bahwa perempuan tidak seharusnya dididik hanya untuk mengurus rumah.

Si anak pun berontak dan memilih meninggalkan ayahnya begitu saja.

Itulah penggalan cerita berjudul 'Pita Rambut' yang ditulis Reka Kajaksana.

Cerita tersebut merupakan salah satu di antara delapan cerita yang ia tulis dalam buku 'Nyala'.

"'Nyala' merupakan buku kumpulan prosa yang mengisahkan cerita dari sudut pandang perempuan. Kebanyakan dari refleksi dan kisah teman," ungkap Reka surya.co.id, Selasa (5/11/2019).

Lanjutnya, ada delapan prosa dalam buku tersebut. Lima di antaranya terinspirasi dari kisah nyata orang lain. Sementara sisanya, ia angkat dari kisah Marsinah dan pengalaman pribadinya.

"Melalui buku ini, saya ingin menyampaikan kepada banyak orang mengenai cara berpikir perempuan. Menjadi perempuan di negara patriarki ini sangat susah, namun kami tidak serta merta menyerah pada keadaan," tutur Reka.

Perempuan yang kini sibuk dalam project video untuk YONI Indonesia dan bekerja di sebuah kafe ini pun mengusung judul 'Nyata' bukan tanpa alasan.

"Nyala ialah jati diri perempuan. Seberat apapun permasalahan, perempuan akan terus melawan. Seperti nyala api yang susah dipadamkan," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved