Berita Tuban

Lestarikan Kesenian Tayub, 80 Waranggono di Kabupaten Tuban Diwisuda

Prosesi wisuda dilakukan secara kirab mulai dari Alun-alun Kota hingga pemandian Bektiharjo

Lestarikan Kesenian Tayub, 80 Waranggono di Kabupaten Tuban Diwisuda
surya.co.id/m sudarsono
Prosesi wisuda waranggono yang dilakukan di pemandian Bektiharjo, Rabu (6/11/2019) 

SURYA.co.id | TUBAN - Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga (Disparbudpora) melakukan wisuda waranggono (sinden, red).

Prosesi wisuda dilakukan secara kirab mulai dari Alun-alun Kota hingga pemandian Bektiharjo, Rabu (6/11/2019).

Para waranggono yang diwisuda berjalan beringinan menuju tempat pemandian sendang Bektiharjo, sebelum akhirnya mereka menerima prosesi siraman.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein mengatakan, kegiatan wisuda waranggono ini merupakan rutinan yang dilaksanakan setiap tahun.

Bedanya jika tahun lalu tidak dilakukan kirab atau arak-arakan, tahun ini waranggono diarak mulai dari alun-alun.

"Ya setiap tahun ada wisuda waranggono, prosesinya siraman. Bedanya dulu tidak diarak sekarang diarak," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk jumlah waranggono yang diwisuda jumlahnya 80, sedangkan untuk pramugari (pria, red) ada 55 orang.

Dengan adanya wisuda langen tayub ini, maka diharapkan mampu melestarikan budaya yang dikenal sebagai kekayaan khas dari Tuban di masa mendatang.

"Harapannya budaya langen tayub terus bisa lestari, makanya terus dilakukan wisuda langen tayub," ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam kegiatan tersebut turut dihadiri 45 pimpinan karawitan, 25 komunitas Persatuan Pedalangan Indonesia, 20 Komunitas Perias, 25 Persatuan Masyarakat Budaya Indonesia, dan 15 komunitas soundsystem.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved