Berita Surabaya

Perhiasan Cantik dari Buah Mangrove Karya MAN Surabaya, Tampil di Pameran UBS Jewelry Display 2019

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya mendapatkan penghargaan best wardrobe melalui kreasi perhiasan berbahan bunga mangrove.

Perhiasan Cantik dari Buah Mangrove Karya MAN Surabaya, Tampil di Pameran UBS Jewelry Display 2019
surya.co.id/hefty's suud
Set gelang dan kalung berbahan buah mangrove karya siswa kelas 11 MAN Kota Surabaya dalam UBS Youth Con 2019, Senin (4/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

SURYA.co.id |  SURABAYA - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya mendapatkan penghargaan best wardrobe melalui kreasi perhiasan berbahan bunga mangrove dalam UBS Jewelry Display 2019.

Selai penghargaan, tim UBS Jewelry Display SMA/MAN Surabaya pun berhasil mendapatkan pujian dari juri saat mempresentasikan karyanya.

"Ide ini sangat kreatif, saya sendiri nggak menyangka buah mangrove bisa jadi perhiasan secantik ini. Itu kalau kalian seriusi lebih dalam, bisa jadi karya yang luar biasa sekaligus bernilai ekonomis," ujar Erwin Suganda, creative director PT UBS, salah satu juri dalam kompetisi UBS Jewelry Display.

Triatul Vita Safitri, salah satu anggota tim UBS Jewelry Display sekolah tersebut mengatakan, perhiasan tersebut terinspirasi dari banyaknya tanaman mangrove di sekitar sekolanya.

"Tapi kebanyakan diolah jadi makanan, minuman, pewarna pakaian. Nah dari situ kita mikir, bisa gak ya tanaman mangrove ini dijadikan perhiasan," ujar Triatul, siswa kelas 11 MAN Surabaya itu.

Bersama dua orang temannya, Triatul melakukan eksperimen membuat perhiasan itu selama dua minggu.

Mereka akhirnya mendapati, bahwa setelah dikeringkan dua hari, buah mangrove akan mengeras menyerupai tekstur kayu.

"Setelah dijemur, buah mangrove diampelas supaya rapi. Selanjutnya divarnish, supaya tekstur bunganya yang menyerupai batik itu bisa lebih muncul," papar anggota UBS Jewelry Display MAN Surabaya lainnya, Diana Ainur Rofida.

Namun sebelum dijemur, Diana menambahkan, bunga mangrovenya harus dipotong berbentuk dadu terlebih dulu. Hal ini memudahkan untuk proses merangkainya menjadi perhiasan.

Terakhir, bunga mangrove yang sudah diolah, disusun dengan pernak-pernik, supaya tampilannya lebih cantik. Untuk menyusunnya, ungkap Diana, menggunakan kawat kabel.

"Potongan mangrovenya dibor pakai bor kecil dulu, baru dirangkai dengan pernak-pernik. Kenapa kami pakai kawat kabel? Karena ini lebih elastis dan kuat," jelas Diana.

Penulis: Hefty's Suud
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved