Persebaya Surabaya

Kisah Bonek Jabodetabek yang Terbentuk 10 Tahun Lalu : Minoritas Gak Wedi Blas!

Hidup layaknya minoritas tak menyurutkan semangat dari Komunitas Bonek Jabodetabek (BJ) yang berdomisili di Ibu Kota Jakarta.

Kisah Bonek Jabodetabek yang Terbentuk 10 Tahun Lalu : Minoritas Gak Wedi Blas!
Foto Dokumentasi Bonek Jabodetabek
Bonek Jabodetabek Gak Wedi Blas 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hidup layaknya minoritas tak menyurutkan semangat dari Komunitas Bonek Jabodetabek (BJ) yang berdomisili di Ibu Kota Jakarta.

Sepak terjang komunitas BJ berawal dari 10 tahun silam, pada 30 Juni 2009, kala itu Bonek yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya hendak mendukung Persebaya bersua PSMS Medan.

Dimana kedua kubu bertanding di laga play off dalam menentukan langkah mereka berlaga di kancah liga tertinggi yaitu ISL.

Para Bonek tersebut janjian bertemu di Stasiun Gambir, Jakarta.

Tanpa diduga saat menyusuri gerbong demi gerbong kereta, mereka bertemu dengan beberapa orang yang mengenakan atribut ala Bonek.

Layaknya seorang prajurit yang bertemu dengan koleganya yang lama tak berjumpa, suasana haru dan bangga menyelimuti mereka. Akhirnya secara bersamaan mereka menuju Bandung.

Saat turun dari kereta mereka membeli kain putih dan pilox dan secara spontan kain itu dituliskan ‘Bonek Jabodetabek’.

Hingga kini spanduk tersebut masih terawat dan dijaga ibarat barang keramat bagi mereka.

Pasalnya, spanduk itu berkibar dimanapun saat BJ away meski kondisi terbaru saat ini spanduk keramat tersebut diistirahatkan untuk disimpan sebagai bentuk penghormatan.

“Seperti diketahui, Bonek adalah suporter pertama di Indonesia yang melakukan tradisi away layaknya suporter di Eropa yang mengiringi tim pujaanya bertanding di kota lain,” ujar salah satu anggota BJ, Siti yang juga menjadi admin sosial media BJ.

Halaman
123
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved