Berita Lamongan

Calon Pengantin Edarkan 5.600 Butir Pil Dobel L, Polres Lamongan akan Fasilitasi Jika Jadi Menikah

DM kemungkinan besar akan melangsungkan pernikahannya di Polres Lamongan lantaran tersandung kasus pil dobel L.

Calon Pengantin Edarkan 5.600 Butir Pil Dobel L, Polres Lamongan akan Fasilitasi Jika Jadi Menikah
surya/hanif manshuri
Tersangka pengedar pil dobel L dan karnopen, DM, ditangkap Satreskoba Polres Lamongan, Selasa (5/11/2019). 

SURYA.co.id l LAMONGAN - DM kemungkinan besar akan melangsungkan pernikahannya di Polres Lamongan. Ini terjadi lantaran warga Dusun Wotan, Desa Slaharwotan, Ngimbang, Lamongan, itu tersandung kasus narkoba, yakni diduga mengedarkan pil dobel L.

Di hadapan Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, Selasa (5/11/2019), DM mengaku akan menikahi kekasihnya awal 2020 mendatang.

"Ramai-ramainya ditunda entah kapan," ujar DM lirih.

Sementara AKBP Feby menyebut DM ditangkap karena mengedarkan pil dobel L.

Polisi mengamankan 5.600 butir pil dobel L dari tangan DM.

Terkait rencana pernikahan DM, Feby menyatakan akan memfasilitasi prosesi itu di Polres Lamongan, jika pihak tersangka memang ingin tetap menggelar pernikahan itu seperti rencana semula.

“Pastinya kami akan memfasiltasi, termasuk memberi waktu dan tempat di Polres jika DM tetap menjalani akad nikah,” kata Feby.

Selain DM, Polres Lamongan juga meringkus sembilan tersangka komplotan pengedar dan pengguna sabu-sabu serta pil terlarang.

"Yang ditangkap, ada pengedar sekaligus pengguna, juga dua orang residivis," ungkapnya.

Satreskoba juga mengamankan para tersangka lain yang termasuk dalam jaringan ini di lima TKP di wilayah Lamongan selama dua pekan.

Dalam dua pekan terakhir, 20 Oktober sampai 2 November 2019, secara keseluruhan Satreskoba berhasil mengungkap 5 kasus.

"Di antaranya dugaan peredaran carnopen, pil doble L, dan sabu-sabu. Dari 5 kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan 10 tersangka, termasuk DM," bebernya.

Para tersangka dijerat UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dan di antara tersangka lainya dijerat UU Kesehatan.

"Kasus ini tentunya masih akan terus kami dalami untuk pengembangan," pungkasnya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved