Persebaya Surabaya

Bonita Adinda Machda Dianita : Mencintai Persebaya Surabaya Sepenuh Hati

Adinda Machda Dianita, semula tidak mengira dirinya akan jatuh hati pada Persebaya dan memilih menjadi Bonita.

Bonita Adinda Machda Dianita : Mencintai Persebaya Surabaya Sepenuh Hati
Foto Koleksi Pribadi Adinda Machda Dianita
Bonita Adinda Machda Dianita 

SURYA.co.id | SURABAYA - Adinda Machda Dianita, semula tidak mengira dirinya akan jatuh hati pada Persebaya dan memilih menjadi Bonita.

Karena semasa kecil, dara yang akrab disapa Dinda ini sangat tidak menyukai Bonek.

Alasannya, saat sedang ada pertandingan Persebaya di Stadion Gelora 10 November, mobil yang ditumpanginya dengan sang ayah dilempari batu oleh oknum Bonek dan pecah di bagian depan.

"Awalnya benci sama Bonek, soalnya pernah waktu pulang kerumah daerah Stadion G10N, mobilku kacanya dilempar batu bonek, untung gak ada yang kena," terang Dinda, Senin (4/11).

Namun saat masuki bangku kuliah, Dinda diajak teman untuk saksikan laga Persebaya di Liga 1 2018 lalu saat Persebaya menjamu Barito Putera.

Disamping karena penasaran melihat cara Bonek mendukung Persebaya, disampaikan Dinda juga ingin tau atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

"Dari ajakan itu, aku kagum, akhirnya jadi candu. Kalo Persebaya main trus tak ikut nribun buat dukung itu kayak sedih, ada yang kurang," terang dara 23 tahun tersebut.

Mahasiswi tingkat akhir jurusan ekonomi syariah UIN Surabaya itu menuturkan, pertama kali nribun langsung takjub dengan atmosfer GBT.

"Kesannya tuh dagdigdug terpesona. Apalagi waktu song for pride dinyanyiin, merinding banget," ucap Dinda.

"Ada rasa penyesalan kenapa ga dari dulu gitu jadi Bonita. Padahal rumah nenek juga belakang Stadion G10N," tambah dara asal Grasik.

Halaman
12
Penulis: Khairul Amin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved