Berita Surabaya

Polemik Terkuncinya Stadion GBT, Fraksi PDIP DPRD Surabaya Sebut Pernyataan Fraksi Golkar Berlebihan

Politisi Fraksi Partai Golkar, Agoeng Prasodjo yang berencana akan memanggil pihak Pemkot Surabaya terkait terkuncinya Stadion Gelora Bung Tomo

Polemik Terkuncinya Stadion GBT, Fraksi PDIP DPRD Surabaya Sebut Pernyataan Fraksi Golkar Berlebihan
SURYA.co.id/Yusron Naufal Putra
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri saat ditemui, Senin (4/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya menyayangkan pernyataan politisi Fraksi Partai Golkar, Agoeng Prasodjo yang berencana akan memanggil pihak Pemkot Surabaya terkait terkuncinya Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat Menpora melakukan sidak.

Sebelumnya, Agoeng Prasodjo mengatakan, berencana bakal memanggil Pemkot Surabaya untuk ditanyai langsung, bahkan jika diperlukan, ia siap bersama fraksi Partai Golkar untuk melakukan hak interpelasi.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri menganggap pernyataan Agoeng tersebut berlebihan.

"Penyampaian Pak Agoeng itu ya lebay lah," katanya saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Senin (4/10/2019).

Sebab, menurut Syaifuddin, yang terjadi hanyalah miskomunikasi.

Lantaran, pihak Pemkot Surabaya tidak mengetahui rencana kedatangan sang menteri ke Stadion GBT dan ia meyakini, Menpora mengerti apa yang sebenarnya terjadi, hanya saja ditanggapi berlebihan oleh politikus lainnya.

"Tidak boleh ditanggapi secara emosional, pelecehan dan lain-lain itu terlalu berlebihan," tambahnya.

Terkait hak interpelasi, Syaifuddin mengatakan hal itu diperlukan hanya untuk hal-hal mendasar dan konkret untuk urusan kerakyatan dan ia menegaskan akan siap memback up jika hal itu benar-benar dilakukan.

"Masak memanggil atau interpelasi, itu saja sebenarnya, berlebihan," tutupnya.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved