Breaking News:

Mulut 3 Siswi SD Ini Dimasuki Cairan Laki-laki oleh Kepala Sekolah di Kapuas Hulu, Begini Modusnya

Mulut 3 siswi SD di Kapuas Hulu, Kalbar dimasuki cairan laki-laki oleh kepala sekolahnya. Kejadian itu gunakan modus cek kesehatan di UKS sekolah.

Youtube
Ilustrasi. Mulut 3 siswi SD ini dimasuki cairan laki-laki Kepala Sekolah di Kapuas Hulu, Begini Modusnya 

Mulut 3 siswi SD di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ( Kalbar)

Dimasuki cairan laki-laki oleh kepala sekolahnya

Kejadian itu menggunakan modus cek kesehatan di UKS

------------------------------

SURYA.co.id | PONTIANAK - SP (52) merupakan kepala sebuah SDN. Dia bertempat tinggal di Kecamatan Hulu Gurung.

Selain menjabat sebagai kepa sekolah, SP juga mengajar pelajaran agama, atau sekaligus menjadi guru agama di sekolahan tersebut.

Namun, statusnya sebagai kepala sekolah dan guru agama tidak lantas membuatnya menjadi panutan.

Beberapa hari lalu, SP dilaporkan oleh orang tua siswinya lantaran diduga telah berbuat kurang panut.

Cerita mengenai perbuatan tak patut yang dilakukan SP iyu Jajaran Polres Kapuas Hulu telah berhasil mengungkap dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Hulu Gurung.

Diduga pelakunya adalah seorang kepala sekolah (Kepsek) SDN di salah satu wilayah Kecamatan Hulu Gurung.

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP R Siswo Handoyo menyatakan, diduga pelaku sudah ditangkap atas bernisial SP.

Berawal terungkapnya kasus tersebut, Jumat (1/11/2019) pukul 09.00 WIB, sehabis pelajaran Matematika saat istirahat pertama belajar.

Pada saat itu juga (sekolah SD di salah satu Kecamatan Hulu Gurung), memilik program kesehatan yang mana pelajar itu harus ikut dalam kegiatan tersebut.

"Saat itu korban mendapat giliran untuk diperiksa kesehatannya di ruangan kesehatan atau UKS sekolah tersebut," ujar Kapolres.

Korban diminta untuk menyikat gigi, dan setelah menyikat gigi, diminta untuk berbaring serta memejamkan mata.

"Tak lama berselang korban merasa ada sesuatu yang masuk ke mulut korban dan mengeluarkan cairan. Pelaku lalu berkata jika ada air yang masuk ke mulut jangan ditelan tetapi dibuang," tambah Siswo hHandoyo.

Atas peristiwa tersebut, korban bersama keluarganya melaporkan pelaku ke pihak kepolisian terdekat.

"Terduga pelaku kita tangkap pada Jumat (1/11/2019) pukul 22.00 WIB. Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, dan menangkap tersangka," ungkapnya.

Kronologi

Ternyata tidak hanya satu korban pencabulan yang dilakukan oleh diduga oknum Kepala Sekolah SDN, disalah satu wilayah Kecamatan Hulu Gurung atasnama bernisial SP (52) warga Kecamatan Hulu Gurung.

"Jadi korban bukan hanya satu, tapi ada tiga orang yang masih siswinya pelaku itu sendiri. Modus pelaku yaitu ada kegiatan cek kesehatan di ruang UKS, yang dibuat pelaku sendiri.

Kemudian mengecek kesehatan muridnya, lalu terjadilah pencabulan tersebut," ujar Kapolres Kapuas Hulu AKBP R Siswo Handoyo, Minggu (3/11/2019).

Selain itu juga jelas Kapolres, pelaku selain sebagai kepala sekolah juga sebagai guru agama di sekolah tersebut.

"Ini tentunya sangat memalukan dunia pendidikan kita," ucap Siswo Handoyo.

Handoyo menjelaskan, saat ini pelaku sudah ditangkap dan dibawa ke Mapolres Kapuas Hulu, untuk melakukan proses hukum selanjutnya.

Sedangkan korban dan saksi-saksi sudah diminta keterangan, untuk memudahkan proses hukum selanjutnya terhadap pelaku.

Pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara, karena telah melakukan tindakan pidana persetubuhan atau pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Tertuang dalam pasal 81 atau pasal 82 undang undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Minta dihukum berat

Sejumlah Tokoh Masyarakat Kapuas Hulu mengutuk keras kelakuan seorang oknum kepala sekolah SDN di salah satu wilayah Kecamatan Hulu Gurung, yang telah melakukan tindakan pidana pencabulan terhadap siswinya sendiri.

"Inilah salah satu perbuatan setan, yang telah merasuk oknum kepala sekolah tersebut. Harusnya kepala sekolah menjadi pembimbing bagi siswa-siswinya, malah melakukan tindakan pidana yang sangat memalukan dunia pendidikan," ujar seorang tokoh masyarakat Kapuas Hulu, H Abang Saparudin kepada Tribun (grup SURYA.co.id), Minggu (3/11/2019).

Saparudin berharap, ancaman hukuman untuk pelaku seberat-beratnya agar ada efek jera, supaya tak ada lagi kepala sekolah atau guru yang melakukan tindakan yang sama.

"Kejadian ini sangat memalukan," ungkapnya.

Tokoh Masyarakat lainnya, H Zulkifli juga mengutuk keras kelakuan dari seorang oknum kepala sekolah tersebut.

"Pastinya oknum itu sudah mencoreng dunia pendidikan kita. Diminta dihukum seberat-beratnya sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Dalam hal tersebut, Zulkifli juga meminta kepada dinas pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu, agar segera melakukan pertemuan langsung dengan seluruh kepala sekolah SDN atau SMP di Kapuas Hulu.

"Kejadian ini jangan sampai dianggap sepele, harus segera diingatkan lagi seluruh kepala sekolah di Kapuas Hulu, agar tak melakukan perbuatan yang sama tersebut," ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi angkat bicara dan mengecam keras prilaku tindakan kriminal dengan pidana pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum kepala sekolah SDN di wilayah Kecamatan Hulu Gurung, terhadap siswinya.

"Ini adalah perbuatan yang sangat memalukan dunia pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu. Harus ditindak tegas kepala sekolah seperti ini," ujarnya kepada wartawan, Minggu (3/11/2019).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut sungguh di luar akal sehat, yang semestinya anak-anak harus dipastikan aman berada di lingkungan sekolah, justru mendapatkan perilaku buruk dari oknum guru.

"Untuk selanjutnya kasus ini kita serahkan kepada Kepolisian untuk di proses hukum selanjutnya. Pastinya, hukuman sesuai dengan aturan atau perundang-undangan yang berlaku tentang kasus tersebut," ucapnya.

Petrus Kusnadi berharap, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua.

Sebetulnya diberbagai kesempatan, dirinya selalu menyampaikan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman Dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

"Bukannya sekolah ini menjadi tempat menyalurkan birahi seorang guru. Kami dan seluruh guru harus mengedepankan etika dan moral," ungkap Petrus Kusnadi.

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved