Breaking News:

Mulut 3 Siswi SD Ini Dimasuki Cairan Laki-laki oleh Kepala Sekolah di Kapuas Hulu, Begini Modusnya

Mulut 3 siswi SD di Kapuas Hulu, Kalbar dimasuki cairan laki-laki oleh kepala sekolahnya. Kejadian itu gunakan modus cek kesehatan di UKS sekolah.

Youtube
Ilustrasi. Mulut 3 siswi SD ini dimasuki cairan laki-laki Kepala Sekolah di Kapuas Hulu, Begini Modusnya 

"Inilah salah satu perbuatan setan, yang telah merasuk oknum kepala sekolah tersebut. Harusnya kepala sekolah menjadi pembimbing bagi siswa-siswinya, malah melakukan tindakan pidana yang sangat memalukan dunia pendidikan," ujar seorang tokoh masyarakat Kapuas Hulu, H Abang Saparudin kepada Tribun (grup SURYA.co.id), Minggu (3/11/2019).

Saparudin berharap, ancaman hukuman untuk pelaku seberat-beratnya agar ada efek jera, supaya tak ada lagi kepala sekolah atau guru yang melakukan tindakan yang sama.

"Kejadian ini sangat memalukan," ungkapnya.

Tokoh Masyarakat lainnya, H Zulkifli juga mengutuk keras kelakuan dari seorang oknum kepala sekolah tersebut.

"Pastinya oknum itu sudah mencoreng dunia pendidikan kita. Diminta dihukum seberat-beratnya sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Dalam hal tersebut, Zulkifli juga meminta kepada dinas pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu, agar segera melakukan pertemuan langsung dengan seluruh kepala sekolah SDN atau SMP di Kapuas Hulu.

"Kejadian ini jangan sampai dianggap sepele, harus segera diingatkan lagi seluruh kepala sekolah di Kapuas Hulu, agar tak melakukan perbuatan yang sama tersebut," ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi angkat bicara dan mengecam keras prilaku tindakan kriminal dengan pidana pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum kepala sekolah SDN di wilayah Kecamatan Hulu Gurung, terhadap siswinya.

"Ini adalah perbuatan yang sangat memalukan dunia pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu. Harus ditindak tegas kepala sekolah seperti ini," ujarnya kepada wartawan, Minggu (3/11/2019).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut sungguh di luar akal sehat, yang semestinya anak-anak harus dipastikan aman berada di lingkungan sekolah, justru mendapatkan perilaku buruk dari oknum guru.

"Untuk selanjutnya kasus ini kita serahkan kepada Kepolisian untuk di proses hukum selanjutnya. Pastinya, hukuman sesuai dengan aturan atau perundang-undangan yang berlaku tentang kasus tersebut," ucapnya.

Petrus Kusnadi berharap, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua.

Sebetulnya diberbagai kesempatan, dirinya selalu menyampaikan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman Dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

"Bukannya sekolah ini menjadi tempat menyalurkan birahi seorang guru. Kami dan seluruh guru harus mengedepankan etika dan moral," ungkap Petrus Kusnadi.

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved