Berita Pasuruan

Limbah Padat Mirip Milik PT Indolakto Ditemukan Lagi, DLH Kabupaten Pasuruan Sebut Sudah Kirim Tim

Limbah padat yang diduga milik PT Indolakto ditemukan berceceran di sebuah lahan kosong di Purwodadi Parusuan

Limbah Padat Mirip Milik PT Indolakto Ditemukan Lagi, DLH Kabupaten Pasuruan Sebut Sudah Kirim Tim
surya/galih lintartika
Diduga kuat limbah padat milik PT Indolakto yang sempat berada di lahan Perhutani Pasuruan tiba-tiba berada di sebuah lahan kosong di Desa Dawuansengon, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, menyebut keberadaan limbah tersebut tetap mencemari lingkungan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Limbah padat yang diduga milik PT Indolakto ditemukan berceceran di sebuah lahan kosong di Desa Dawuansengon, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Temuan limbah ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya ditemukan di kawasan lahan milik Perhutani di desa yang sama.

Limbah padat itu dibungkus kantong sak warna biru, kantong yang sama persis dengan yang ditemukan di lahan Perhutani serta menimbulkan bau tak sedap. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, mengaku prihatin atas peristiwa itu.

Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan untuk bertindak tegas dengan mengeluarkan rekomendasi resmi sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Politisi Partai Golkar ini menerangkan, semua pihak tidak boleh sekadar argumentasi, tapi harus disertai dengan dokumen-dokumen resmi atas hal tersebut.

"Jika tidak ada izinnya, perusahaan juga tidak boleh sembarangan membuang limbah. Sebab, dalam bentuk apapun limbah, baik itu berbahaya atau tidak, ada aturannya untuk membuangnya," tegas Sugiarto, Senin (4/11/2019).

Plt Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Indra, berjanji akan menelusuri temuan limbah kedua yang diduga milik PT Indolakto itu.

"Kalau memang dipindah itu hanya dibuang pada tempat lain dan bukan dibuang di tempat pembuangan limbah, maka ini perlu ditertibkan. Kami akan menelusuri ini," tandas Indra.

Pada temuan pertama, HRD PT Indolakto, Yasman, menyatakan pihaknya sudah menarik limbah padat yang sempat diletakkan di lahan Perhutani untuk eksperimen sebagai pupuk organik.

Pemindahan itu dilakukan setelah menimbulkan polemik dan bau tak sedap yang mengganggu warga.

Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban ataupun tanggapan dari pihak Indolakto terkait temuan limbah kedua ini.

Yasman belum memberikan balasan saat dihubungi melalui seluler ataupun pesan singkat.

Surya masih menunggu jawaban dari pihak perusahaan untuk klarifikasi hal tersebut.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved