Berita Kediri

Cegah Stunting, Ibu Hamil dan Menyusui di Kediri Dilatih Membuat Pot Serabut Kelapa

Kurangnya aktivitas ibu di masa kehamilan sehingga mempengaruhi kesehatan janin dan memicu timbulnya kasus stunting.

Cegah Stunting, Ibu Hamil dan Menyusui di Kediri Dilatih Membuat Pot Serabut Kelapa
SURYA.co.id/Didik Mashudi
CEGAH STUNTING - Peserta pelatihan membuat pot serabut kelapa yang diikuti ibu hamil dan menyusui di Desa Batuaji, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Minggu (3/11/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Pencegahan dan penanggulangan stunting terus dilakukan Pemerintah Desa Batuaji, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Upaya tersebut dilakukan dengan menggelar pelatihan kerajinan pot berbahan limbah serat atau serabut kelapa, Minggu (3/11/2019).

Pelatihan itu menyasar ibu hamil dan menyusui yang bekerja sama dengan kelompok belajar Riung Saloka.

Pelatihan ini erat hubungannya dengan pencegahan kasus stunting, karena di antara penyebab kasus stunting akibat kurangnya asupan gizi bagi ibu hamil atau menyusui yang disebabkan ketidakpahaman soal asupan gizi dan faktor ekonomi.

Penyebab lain kurangnya aktivitas ibu di masa kehamilan sehingga mempengaruhi kesehatan janin dan memicu timbulnya kasus stunting.

Menurut Makin Wahyudin, Kepala Desa Batuaji, kegiatan pelatihan merupakan sinergi antara upaya pencegahan stunting sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

"Ibu hamil maupun menyusui balita sangat membutuhkan dukungan dan juga media untuk bertukar pikiran," ungkapnya.

Wahyudin berharap dari 40 peserta posyandu, pelatihan mampu mendapatkan penghasilan tambahan sehingga pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui dapat tercukupi.

Sementara Niken Candrayu, bidan Desa Batuaji menambahkan, faktor pemicu stunting bukan semata-mata dari tingkat ekonomi masyarakat yang rendah tapi juga dipicu dari ketidakpahaman ibu hamil maupun menyusui dalam pemenuhan gizi janin dan balita, khususnya pada 1.000 hari pertama kelahiran.

Oleh karena itu, penting sekali adanya perhatian dan kesadaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk beraktivitas secara aktif dan produktif.

Salah satunya dilakukan gelar posyandu terpadu dengan pelatihan kerajinan pot serabut kelapa guna menstimulasi kesehatan janin dengan aktivitas yang dilakukan oleh ibu hamil.

Salah satu peserta, Sundari mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan ternyata sangat mudah dan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi keluarganya.

Sedangkan Anis, salah satu peserta ibu hamil mengaku sangat senang dan antusias mengikuti pelatihan karena diharapkan dapat meningkatkan ekonomi keluarganya.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan menumbuhkan kelompok-kelompok minat untuk berwirausaha, khususnya bagi kelompok sasaran stunting.

Dari kelompok yang sudah terhimpun selanjutnya ditindaklanjuti dengan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang beragam dan produktif. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga stunting dapat dicegah serta ditekan serendah mungkin.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved