Berita Trenggalek

Bupati Mas Ipin Rancang Trenggalek Satu Data, Seperti Ini Skemanya

Data-data yang akan disamakan itu meliputi data teknis yang ada di OPD dan data dasar yang diolah BPS.

Bupati Mas Ipin Rancang Trenggalek Satu Data, Seperti Ini Skemanya
surya.co.id/aflahul abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menilik ruang Smart Center beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tengah merancang Trenggalek satu data.

Harapannya, kesamaan data lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi bisa mempermudah masyarakat untuk mendapat informasi yang jelas.

Untuk mematangkan konsep Trenggalek satu data, pria yang akrab disapa Mas Ipin itu telah menggelar raat bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek, Badan Perencanaan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil).

Trenggalek satu data diharapkan dapat menyamakan persepsi lintas OPD dan instansi.

"Kami lagi merancang Trenggalek satu data, sehingga informasi ke publik bisa berjalan lebih jelas," kata Mas Ipin, Senin (4/11/2019).

Dengan data yang sama dan persepsi yang sepandang, ia meyakini kesimpangsiuran tak akan muncul.

Hal tersebut dianggap penting untuk menangkap permasalahan yang muncul akibat kabar bohong alias hoax.

"Nanti semua data itu dengan rumus yang standar, bahasa data yang standar, sehingga data yang kami publish tidak debatable," tambah dia.

Data-data yang akan disamakan itu meliputi data teknis yang ada di OPD dan data dasar yang diolah BPS.

Karena data berbasis Nomor Indok Kependudukan, Disduk Capil pun dilibatkan.

Ada juga Bapedalitbang karena OPD ini yang menganalisa dan menghasilkan informasi. Informasi menjadi kebijakan.

Lalu kebijakan kami evaluasi. Dan evaluasinya sebagai input data lagi," terangnya.

Smart Center yang akan diresmikan akhir bulan ini menjadi wadah untuk Trenggalek satu data.

"Namun juga ada 19 OPD yang belum online. Mungkin datanya juga masih perlu dikelola secara manual agar bisa dimanfaatkan oleh dinas lain," imbuhnya.

Ujungnya, Trenggalek satu data diharapkan bisa menghasilkan kebijakan lebih adil kepada masyarakat.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved