Citizen Reporter

Belajar Sejarah ala MAN 2 Ponorogo, Pakai Busana Adat dan Perankan Teatrikal Drama

Mereka belajar sejarah dengan metode Lorong Waktu Sejarah yang memberikan ruang kreativitas bagi siswa untuk mengilustrasikan peristiwa masa lampau.

Belajar Sejarah ala MAN 2 Ponorogo, Pakai Busana Adat dan Perankan Teatrikal Drama
Wiretno/Citizen Reporter
Belajar Sejarah ala MAN 2 Ponorogo, Pakai Busana Adat dan Perankan Teatrikal Drama 

SURYA.co.id - Pelajaran Sejarah sering dianggap membosankan bagi sebagian besar siswa.

Salah satunya disebabkan oleh cara mengajar guru satu arah dengan ceramah di kelas dan kurang memberikan ruang kreativitas bagi siswa.

Itu ditambah padatnya materi pelajaran sehingga memungkinkan untuk mengambil jalan pintas yang berarti mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik siswa.

Ada yang berbeda dari pembelajaran sejarah di MAN 2 Ponorogo, Selasa (29/10/2019).

Puluhan siswa dengan bermacam-macam kostum jadoel dengan gembira siap melakukan pembelajaran. Momentum ini sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober.

Mereka belajar sejarah dengan metode Lorong Waktu Sejarah yang memberikan ruang kreativitas bagi siswa untuk mengilustrasikan peristiwa masa lampau.

Pada pembelajaran Lorong Waktu, siswa mempresentasikan materi sejarah dengan sentuhan teatrikal atau semi drama.

Metode pembelajaran itu tentu akan lebih efektif dan menyenangkan.

Di sisi lain, materi pembelajaran akan lebih mudah diserap dan diingat karena dalam kegiatan ini siswa melakukan studi literasi sebelum melakukan presentasi teatrikal.

Suasana dalam pembelajaran juga harus menggambarkan peristiwa sejarah. Saat itu, materi pelajaran adalah tentang Kerajaan Martim Islam.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved