Berita Nganjuk

Usulan Renovasi Belum sempat Direspons, Atap Ruang Kelas Sebuah SD di Nganjuk Keburu Ambruk

Tak kunjung direspons usulan renovasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, SDN Babadan 1 Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk ambruk.

Usulan Renovasi Belum sempat Direspons, Atap Ruang Kelas Sebuah SD di Nganjuk Keburu Ambruk
surya.co.id/ahmad amru muiz
AMBRUK - Atap ruang kelas di SDN Babadan 1 Kecamatan Patianrowo Nganjuk ambruk diduga akibat kayu lapuk. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa setelah ruangan dikosongkan sejak awal tahun ini. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Tak kunjung direspons usulan renovasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, satu ruang kelas di SDN Babadan 1 Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk ambruk.

Untung saja pihak sekolah bersama dewan guru serta komite sekolah sudah mengosongkan ruang kelas tersebut setelah terlihat kayu atap lapuk dan ada tanda-tanda akan ambruk sejak awal tahun 2019 ini.

Kepala SDN 1 Babadan kecamatan Patianrowo, Wariadi menjelaskan, ambruknya satu ruang kelas di SDN Babadan 1 terjadi pada Jumat (1/11/2019) sore pekan lalu.

Karena ruangan sudah kosong sehingga tidak ada kerugian atau korban dalam ambruknya atap ruang kelas tersebut.

"Cuma kami terkejut saja dengar suara jatuhnya atap ruangan tersebut, dan kami langsung melihat kondisi atap ruangan yang sudah jatuh semua," kata Wariadi, Minggu (3/11/2019).

Khawatir ambruknya tatap ruang menjalar ke ruang kelas lain, menurut Wariadi, pihaknya sudah langsung mengosongkan dua ruang kelas lainya yang bersebalahan dan kondisinya tidak jauh beda dengan ruangan yang atapnya ambruk tersebut. 

Itu dilakukan untuk menghindari bila sewaktu-waktu atap dua ruang tersebut ikut ambruk.

"Semuanya tentu tidak ingin ada dampak negatif dari ambruknya ruangan kelas yang kayu atapnya sudah lapuk semua," ucap Wariadi.

Meski demikian, dikatakan Wariadi, pihaknya tidak ingin ambruknya atap satu ruang kelas tersebut dan dua ruang kelas lain yang juga atapnya rawan ambruk mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Pihaknya terpaksa menggabungkan ruang kelas dan melakukan sistem jam belajar pagi dan siang secara bergantian.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved