Berita Surabaya

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini, Pria Tega Aniaya Pacar & Pemetaan Angin Kencang saat Musim Hujan

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini, Pria Tega Aniaya Pacar & Pemetaan Angin Kencang saat Musim Hujan

BERITA SURABAYA POPULER Hari ini, Pria Tega Aniaya Pacar & Pemetaan Angin Kencang saat Musim Hujan
Kolase SURYA.co.id/Luhur Pambudi/Ahmad Zaimul Haq
BERITA SURABAYA POPULER Hari ini, Pria Tega Aniaya Pacar & Pemetaan Angin Kencang saat Musim Hujan 

Sahid menanggapi hal itu lebih kembali ke pendukung atau relawannya. Karena hal ini sudah urusan politik.

"Dia terkena perkara di Surabaya kan karena urusan politik juga. Dan mas Dhani ibaratnya ini sudah politikus, tapi ya kembali ke relawannya saja," terangnya.

Ini syarat Ahmad Dhani bisa ikut Pilwali Surabaya 2020 

Sebelumnya, musisi Ahmad Dhani memutuskan untuk terjun di Pemilihan Wali Kota Surabaya. Ia mengikuti proses penjaringan di Partai Gerindra dengan mengambil formulir "Calon Wali Kota Surabaya".

Pada saat mengambil formulir, Ahmad Dhani tak datang sendiri melainkan diwakili oleh timnya.

Suami Mulan Jameela tak bisa datang karena sedang menyelesaikan masa hukumannya.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap Ahmad Dhani dalam kasus penyebaran cuitan ujaran kebencian terkait SARA.

Ahmad Dhani terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik terkait dengan ujaran ‘idiot’. Mantan suami Maia Estianty itu resmi ditahan pada 28 Januari 2019 di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Ahmad Dhani saat akan memasuki mobil tahanan yang mengantarnya menuju Bandara Internasional Juanda, Kamis (13/6/2019).
Ahmad Dhani saat akan memasuki mobil tahanan yang mengantarnya menuju Bandara Internasional Juanda, Kamis (13/6/2019). (Surabaya.Tribunnews.com/Kukuh Kurniawan)

Kendati ditahan, peluang keikutsertaan Ahmad Dhani di Pilwali Surabaya pada 2020 tetap terbuka. Mengingat, Ahmad Dhani, dijadwalkan akan bebas pada akhir Desember 2019 nanti.

Ahmad Dhani tetap bisa mencalonkan diri sebagai wali kota apabila Gerindra merekomendasikan dukungan. Asalkan, Dhani telah bebas sebelum mendaftar secara resmi di KPU.

Anggota KPU Surabaya Divisi Hukum dan Pengawasan, Soepriyatno menjelaskan bahwa regulasi tersebut diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 3 tahun 2017 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan/atau Wali Kota.

"Kami sebenarnya masih menunggu aturan terbaru. Selama belum ada penggantinya, aturan tersebut masih digunakan," kata Soepriyatno kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (1/11/2019).

Dalam pasal 4 PKPU nomor 3 tahun 2017 tertulis, bahwa warga negara yang menjadi calon kepala daerah harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, bukan mantan narapidana bandar narkoba dan/atau kejahatan seksual. Serta, sedang tidak dicabut hak pilihnya.

"Kalau soal ujaran kebencian memang tidak diatur secara spesifik," katanya.

Namun, karena baru bebas pada awal Januari 2020 atau kurang dari lima tahun sebelum pendaftaran, Ahmad Dhani harus mempublikasikan statusnya.

"Setelah selesai menjalani pemidanaaan, calon wajib untuk mengemukakan kepada publik," katanya.

Untuk diketahui, Surabaya menjadi satu di antara 19 daerah di Jawa Timur yang akan menyelenggarakan pilkada pada 2020 mendatang. Pendaftaran pasangan calon melalui partai politik baru dibuka pada 16 Juni hingga 18 Juni 2020.

Sedangkan pemungutan suara dilakukan pada 23 September 2020 mendatang.

Di Surabaya, nama Ahmad Dhani dikenal sebagai kader Gerindra.

Pada pemilu 2019 lalu, Ahmad Dhani menjadi calon legislatif nomor urut 2 dari Gerindra untuk DPR RI.

Suami Mulan Jameela ini maju sebagai Caleg dari Dapil Jatim 1 yang membawahi Kota Surabaya dan Sidoarjo.

Sayangnya, ia gagal lolos setelah berdasarkan perolehan suara, ia gagal bersaing dengan rekan separtainya Rahmat Muhajirin.

Selain sebagai kader, pentolan band Dewa 19 ini juga dekat dengan Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra.

Bahkan, pada saat pemilihan presiden lalu, Ahmad Dhani menjadi salah satu juru kampanye nasional Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

3. Pemetaan Pemkot Surabaya soal daerah yang rawan angin kencang saat musim hujan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memetakan beberapa lokasi yang dinilai berpotensi mengalami angin kencang saat musim hujan.

Seperti yang diungkapkan Kepala BPB Linmas Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, wilayah tersebut di antaranya Kecamatan Tenggilis, Rungkut, Wiyung, Sambikerep.

"Nah ini selama tiga tahun terakhir (angin) mengarahnya ke sana," kata Eddy saat dikonfirmasi Surya.co.id, Sabtu (2/11/2019).

Tapi Eddy juga mengatakan warga tidak perlu khawatir. Sebab, pihak Pemkot Surabaya sendiri juga telah berkoordinasi dengan OPD hingga tingkat Camat dan Lurah di Surabaya untuk mulai melakukan antisipasi dengan berbagai macam hal.

"Kita juga cek semua peralatan, senso, genset kita cek semuanya dan camat lurah juga kita imbau semua," kata Eddy.

Eddy juga mengimbau warga Surabaya untuk melakukan perantingan yang relatif mudah, terjangkau serta melaporkan kepada call center 112 untuk perantingan yang terbilang sulit dilakukan.

Sehingga, lanjut Eddy, pihak DKRTH akan melakukan perantingan di lokasi yang dilaporkan.

Sementara itu, Sekretaris DKRTH Surabaya, Ipong Wisnoewardono mengatakan pihaknya akan terus memaksimalkan kinerja terutama saat musim hujan, di antaranya dengan melakukan perantingan yang akan terus ditingkatkan.

Termasuk di kawasan yang dinilai rawan angin kencang, Ipong memastikan, timnya akan selalu siaga melakukan upaya antisipasi.

"Kita setiap rayon ada posko di beberapa titik, Insyaa Allah mereka sudah paham. Kita akan maksimalkan," kata Ipong saat dikonfirmasi terpisah.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved