Pelajar Bali Tepergok Pesta Miras dan Bercinta Tak Wajar di Kamar Kos, Begini Nasibnya

Pelajar Bali Tepergok Lakukan pesta miras dan bercinta tak wajar di Kamar Kos, Begini Nasibnya

Pelajar Bali Tepergok Pesta Miras dan Bercinta Tak Wajar di Kamar Kos, Begini Nasibnya
YouTube
Pelajar Bali Tepergok Lakukan Pesta Miras dan Persetubuhan Tak Wajar di Kamar Kos, Begini Nasibnya 

Huda menuturkan, tindak kekerasan seksual itu terjadi setelah sebelumnya dua orang korban dicekoki minuman keras oleh pelaku yang rata-rata berusia antara 16 tahun hingga 25 tahun.

Gadis Pramuka Berhubungan Badan di Ruang Tamu

Tersebarnya video panas pelajar SMK berseragam pramuka di Pangandaran ternyata berbuntut panjang.

Polisi kini menyidik dua pelajar SMK berseragam pramuka itu.

Seperti diketahui, video pelajar SMK berseragam pramuka itu tersebar luas di media sosial.

Tak hanya di media sosial Facebook, video tersebut juga menyebar di Twitter dan grup-grup WhatsApp (WA).

Di Facebook, video ini dikirim ke grup-grup atau forum jaul beli area Ciamis, Banjar, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.

Video gadis Pramuka tersebut ternyata berdurasi 40 detik.

Dalam video itu, tampak ada seorang lelaki dan perempuan berhubungan badan di ruang tamu.

Terlihat si perempuannya masih mengenakan seragam pramuka.

Kapolsek Padaherang AKP Endih Permana membenarkan mengenai kejadian video viral tersebut.

Ia mengatakan, adegak tak senonoh itu direkam di rumah pelaku, yaitu di Padaherang.

Sejauh ini, lanjutnya, memang belum ada laporan resmi mengenai beredarnya kasus video panas itu.

Ia mengatakan, kasus tersebut kemungkinan ditangani langsung Unit PPA Polres Ciamis.

Kini pelajar pelaku video panas itu pun sudah tak bersekolah di SMK yang dimaksud.

"Pelajarnya sudah mengundurkan diri dari sekolahnya.

Tapi bukan dikeluarkan," ujar Endih, dilansir dari TribunSumsel.com (grup Surya.co.id) yang mengutip berbagai sumber, Sabtu (19/10/2019).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Surman sudah mengetahui beredarnya video tersebut.

Lantaran urusan SMK kewenangan Pemprov Jabar, pihak Disdik Pangandaran tak menindaklanjuti lebih jauh persoalan tersebut.

Surman mengaku prihatin atas perilaku yang dilakukan kedua siswa tersebut.

Sebab adegan asusila tersebut mencoreng dunia pendidikan. Padahal saat ini pihaknya telah gencar mengedepankan pendidikan karakter.

Ia berharap kepada semua pihak untuk bahu membahu dalam konteks mendidik dan mengajar.

Mendidik, menurut Surman, artinya menumbuhkan karakter para siswa, penguatan etika dan agama.

Selain itu, Surman meminta para orang tua memantau aktivitas anak di dalam dan luar rumah.

"Guru di sekolah harus fokus mendidik, berlaku untuk semua guru.

Seluruh orang tua juga harus mengawasi anak-anaknya saat di rumah," ucap Surman.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved