Berita Surabaya

Dari 'Merakit', Yura Yunita Mengaku Jadi Lebih Intens dengan Para Disabilitas

Album kedua Yura Yunita, 'Merakit', menjadi gambaran nyata perjuangannya di tiga tahun terakhir untuk bangkit dari keterpurukan

SURYA.co.id/Sugiharto
Penampilan Yura Yunita saat mengisi acara Smada Fiesta 2019 di Grand City Mall Surabaya, Jumat (1/11/2019) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setiap orang, menurut penyanyi solo dan pencipta lagu, Yura Yunita selalu mempunyai titik terburuk dalam hidupnya. Begitu pula dengan dirinya.

Album keduanya, 'Merakit', pun menjadi gambaran nyata perjuangannya di tiga tahun terakhir untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali berjuang.

Album tersebut berisi sembilan lagu, di antaranya 'Merakit', 'Buka Hati' dan 'Harus Bahagia'.

"Proses selama 3,5 tahun dari titik rendah ke titik terbaik, saya rangkum di lagu-lagu 'Merakit'. Saya orang yang tidak mudah bercerita kepada orang lain, saya lebih nyaman menuangkannya ke dalam tulisan dan karya," ungkap Yura sebelum tampil pada Smada Festival 2019 di Grand City Mall Surabaya, Jumat (1/11/2019) malam.

Dalam proses pembuatan lagu 'Merakit', Yura berkolaborasi dengan para disabilitas. Termasuk Delia, penyandang tuna netra yang membuatnya bangkit dari titik terburuknya.

Beberapa kesempatan Yura pun sering bercerita tentang Delia dan teman-teman disabilitas yang terus merakit mimpi dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.

"Album 'Merakit' mengingatkan saya untuk tidak menyerah dan terus merakit mimpi," katanya.

Selepas lagu 'Merakit' dirilis dan diterima oleh masyarakat Indonesia, Yura kembali berkolaborasi dengan Bunda Galuh, seorang Teman Tuli sekaligus praktisi bahasa isyarat, untuk membuat musik video lagu 'Merakit' dengan bahasa isyarat.

"Seiring berjalannya waktu, ternyata lagu 'Merakit' related sama banyak orang, termasuk mewakili kisah Teman Tuli. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk berkolaborasi dengan harapan lagu ini bisa memberikan kesan positif. Tidak hanya bisa dinikmati Teman Dengar, tapi juga bisa dimaknai lebih dalam oleh Teman Tuli," katanya.

Melalui kolaborasi itu juga, Yura ingin membawa pesan bahwa musik merupakan bahasa yang universal.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved