Berita Jombang

Program Menuju Desa Mandiri, PLN Bantu Warga Desa Banjardowo, Kec. Kabuh, Jombang Jaringan Biogas

PT PLN (Persero) melalui unitnya PT PLN (Persero) UIP JBTB I memberikan bantuan instalasi biogas kepada warga Desa Banjardowo, Kabuh, Jombang.

Program Menuju Desa Mandiri, PLN Bantu Warga Desa Banjardowo, Kec. Kabuh, Jombang Jaringan Biogas
surya.co.id/febrianto ramadani
Ketua Kelompok Ternak Lembu Jalak, Ahmad Saifudin, menerima bantuan pembuatan instalasi biogas dan pelatihan pupuk kompos organik dari PT PLN melalui unitnya PT PLN UIP JBTB I, Kamis (31/10/2019). 

Baik dalam perluasan lapangan kerja serta dalam edukasi pemanfaatan biogas beserta limbahnya.

Ketua Kelompok Ternak Lembu Jalak, Ahmad Saifudin, menjelaskan, bantuan instalasi biogas sangat menguntungkan bagi masyarakat sekitar dan kelompok ternak di Banjardowo.

"Fungsi dan manfaatnya adalah bisa mengurangi pembuangan pupuk ternak ke sawah. Diameter Digester pada Instalasi Biogas ini adalah 7 meter kubik. Jadi energi biogasnya bisa disalurkan 3 sampai 4 rumah. Sedangkan limbahnya bisa digunakan sebagai pupuk pertanian masyarakat," terangnya, Kamis (31/10/2019).

Ahmad Saifudin menambahkan, Diameter Inlet pada Instalasi Biogas yang mencapai 4 meter kubik bisa menyalurkan energi biogas 2 sampai 3 rumah.

"Api yang dihasilkan oleh Biogas dengan LPG sangat berbeda. Kalau dari LPG apinya berwarna biru kemerah merahan. Sedangkan api dari Biogas berwarna biru saja. Sehingga kualitasnya bagus," imbuhnya.

Ahmad Saifudin menyebut, pemanfaatan instalasi biogas sangat aman jika dibandingkan dengan pemanfaatan elpiji.

"Penggunaan Biogas tidak menimbulkan ledakan saat dinyalakan korek api. Berbeda dengan LPG akan menimbulkan ledakan saat dinyalakan korek api," ucapnya.

Dia juga menjelaskan, proses pemanfaatan biogas membutuhkan tiga tempat dengan ukuran yang berbeda beda.

"Kotoran hewan ternak dimasukan ke Inlet memasukkan kotoran. Setelah itu didorong dan dimasak ke sebuah alat yang kedap udara melalui proses penguapan. Uap inilah disalurkan ke pipa yang tersambung rumah warga. Sisanya, ditampung di Outlet yang akan dipisah untuk dijadikan pupuk. Ada dua jenis pupuk. Pupuk padat dan pupuk cair," jelasnya.

Kedepan masyarakat Banjardowo diharapakan membuat pelatihan tanaman sayuran di setiap RT dengan anggota kelompok 10 orang

"Nantinya akan kami himbau per rumah dalam satu rt ada tanaman sayuran 3 sampai 5 polybag per rumah. Kalau misalnya tidak mampu. Minimal ketua RT harus ada tanaman sayuran di rumahnya," ujarnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved