Berita Jember

PMI Tetap Pasok Air Bersih Meski Hujan Mulai Mengguyur Jember

Meskipun hujan sudah mulai turun, sejumlah warga di beberapa tempat di Kabupaten Jember masih kesulitan air bersih.

PMI Tetap Pasok Air Bersih Meski Hujan Mulai Mengguyur Jember
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Pendistribusian bantuan air bersih dari PMI Kabupaten Jember ke wilayah yang terdampak kekeringan. 

SURYA.co.id | JEMBER - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember dilaporkan diguyur hujan di hari pertama bulan November, Jumat (1/11/2019).

Dari pantauan Surya di beberapa grup perbincangan WhatsApp dan media sosial, beberapa warganet melaporkan wilayahnya diguyur hujan selepas pukul 14.00 Wib.

Di antaranya, hujan turun di Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, Silo, juga Tempurejo.

Selain di hari pertama bulan November ini, setidaknya empat hari terakhir di bulan Oktober, hujan dalam skala ringan juga turun di beberapa kawasan di Jember. Namun hujan itu tidak merata dan berdurasi pendek.

Hujan akhir Oktober antara lain terjadi di Desa Gambiran Kecamatan Kalisat, juga beberapa titik di wilayah Kecamatan Kaliwates, dan Sumbersari.

Meskipun hujan sudah mulai turun, sejumlah warga di beberapa tempat di Kabupaten Jember masih kesulitan air bersih. Mereka masih mengandalkan pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Belakangan Palang Merah Jember (PMI) Jember juga turut mendistribusikan air bersih.

BPBD Jember terus mendistribusikan air bersih sejak Agustus lalu. Sementara PMI Jember yang mendatangkan bantuan mobil tangki air dari PMI Jawa Timur mulai mendistribusikan air bersih pada 1 November.

Distribusi air bersih pada Jumat (1/11/2019) oleh mobil tangki PMI dilakukan di RW 08 Lingkungan Tegalbatu Kelurahan/Kecamatan Patrang, Dusun Lembengan Oloh Desa Lembengan Kecamatan Ledokombo, dan Dusun Krajan Desa Plalangan Kecamatan Kalisat.

"Distribusi air bersih juga akan kami lakukan besok tanggal 2 November, dan 4 November," ujar Humas PMI Jember Ghufron Eviyan, Jumat (1/11/2019).

Ketua PMI Jember, Zaenal Marzuki mengatakan, distribusi air bersih memakai truk tangki air PMI Jatim di wilayah Jember selalu berkoordinasi dengan BPBD Jember. "Kami siap bergerak, dan selalu berkoordinasi dengan BPBD Jember," ujar Zaenal.

Truk tangki PMI Provinsi Jatim itu berkapasitas 5 ribu liter air bersih. Sasaran pendistribusian disesuaikan dengan data hasil penelitian dan BPBD Jember.

"Termasuk untuk jadwal pendistribusian," imbuhnya.

Zaenal menambahkan, PMI Jember akan mengusulkan kepada PMI Propinsi untuk memperpanjang peminjaman truk tangki tersebut, mengingat kondisi beberapa wilayah di Kabupaten Jember yang masih darurat air bersih.

Sementara itu berdasarkan data dari BMKG Stasiun Klimatologi Malang per 31 Oktober 2019, menyampaikan peta distribusi hujan Dasarian III Oktober 2019 dan peta prakiraan hujan Dasarian 1 November 2019 di Jawa Timur.

BMKG Stasiun Klimatologi Malang menyebutkan, sebagian Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso, serta di sebagian kecil Kabupaten Jombang, Malang, dan Ngawi memiliki kriteria masih ada hujan. Sedangkan Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di wilayah Jawa Timur sebagian besar masuk kriteria Kekeringan Esktrem (>60 hari).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved