Buntut Kericuhan di Stadion GBT, Persebaya Dihukum Bermain Tanpa Penonton Hingga Akhir Kompetisi

Persebaya Surabaya mendapat denda Rp 200 Juta serta larangan tanpa penonton baik laga home dan away hingga akhir kompetisi Liga 1 2019.

Buntut Kericuhan di Stadion GBT, Persebaya Dihukum Bermain Tanpa Penonton Hingga Akhir Kompetisi
Kolase SURYA.co.id
Kericuhan di Stadion GBT Usai Laga Persebaya vs PSS Sleman. Akibat kericuhan ini, Persebaya dihukum menjalani laga tanpa penonton hingga akhir kompetisi 

Laporan Wartawan Surya, Khairul Amin

SURYA.co.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya mendapat denda Rp 200 Juta serta larangan tanpa penonton baik laga home dan away hingga akhir kompetisi Liga 1 2019.

Sanksi tersebut diterima Persebaya akibat kerusuhan yang dilakukan Bonek Mania, suporter setia Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) setelah menghadapi PSS Sleman, Selasa (20/10/2019) kemarin.

Ketetapan sanksi tersebut berdasarkan hasil keputusan sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI tertanggal 31 Oktober 2019.

Sanksi tersebut diberikan karena pada kerusuhan tersebut, Bonek Mania menyalakan smoke bomb serta flare, perusakan bench pemain, perusakan dan membakar ad board, serta melakukan pengejaran terhadap pemain Persebaya Surabaya.

“Hukuman larangan tanpa penonton pada saat laga home dan away sampai akhir musim kompetisi 2019 dan denda Rp. 200.000.000,” tulis keputusan Komdis tersebut seperti dilansir dari web resmi PSSI.

Tak hanya mendapat sanksi pada laga hadapi PSS Sleman, hasil sidang Komdis pada tanggal ini juga, Persebaya mendapat denda Rp 45 juta akibar suporter Persebaya melakukan pelempoaran botol saat hadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (23/10/2019).

Penulis: Khairul Amin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved