Berita Jember

Batik Ambulu Bakal Mewarnai Alun-Alun Jember

Motif batik Ambulu yang bakal tampil mengangkat tema “SVARGA” dengan ciri khas daerah Jember, yaitu motif tembakau, kopi, dan kakao.

Batik Ambulu Bakal Mewarnai Alun-Alun Jember
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Batik ambulu yang akan ditampilkan di Arena Road to Fesyar 2019 Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Batik Ambulu bakal ditampilkan di Alun-Alun Jember, Sabtu (2/10/2019). Batik dari Kecamatan Ambulu itu akan dipamerkan melalui pagelaran busana muslim oleh Bank Indonesia Jember dalam rangka Road to Fesyar 2019.

Pagelaran busana yang mengusung kain batik khas Jember ini dilakukan sebagai wujud pengembangan dan pembinaan batik di wilayah Jember, khususnya di Klaster Batik Ambulu.

Bakal ada 21 busana muslim batik jenis ready-to-wear karya tujuh orang perajin batik yang ditampilkan. Tujuh orang perajin batik itu tergabung dalam Asosiasi Pembatik Ambulu (ASPA).

Kepala Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo mengatakan, penyelenggaran pagelaran busana muslim batik itu sejalan dengan komitmen Bank Indonesia untuk mengembangkan aspek yang menjadi kekuatan ekonomi syariah di Indonesia, yaitu 5F, yang terdiri atas Finance (keuangan), Food (kuliner), Fashion, Funtrepreneur (wirausaha), dan Fundtainment (hiburan).

"Keberadaan acara Road To Fesyar ini juga ditujukan untuk mempromosikan dan mendekatkan produk dan jasa UMKM industri kreatif dan ketahanan pangan bebasis syariah kepada masyarakat yang selanjutnya dapat mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Klaster batik Ambulu merupakan klaster batik binaan Bank Indonesia Jember di Kecamatan Ambulu," ujar Hestu, Jumat (1/10/2019).

Motif batik Ambulu yang bakal tampil mengangkat tema “SVARGA” dengan ciri khas daerah Jember, yaitu motif tembakau, kopi, dan kakao. Namun demikian, motif yang ditampilkan pada pagelaran busana ini sedikit berbeda dengan motif batik Jember pada umumnya, karena motif yang digunakan merupakan hasil desain motif ciri khas Jember dengan sentuhan seni modern kontemporer.

Kain batik yang digunakan untuk busana ini diproduksi menggunakan teknik membatik secara tulis dengan tiga teknik pewarnaan, yaitu naptol, remasol, dan alam. Tema warna yang diangkat pada pagelaran busana ini didominasi oleh warna biru tua (navy), cokelat, dan merah tua (maroon).

"Harapan kami, melalui pagelaran ini dapat menjadi sarana berbagi ilmu dan pengalaman bagi para pembatik klaster batik binaan Bank Indonesia Jember, sehingga nantinya para pembatik Ambulu mampu memproduksi pakaian ready-to-wear tidak hanya busana wanita namun juga pria secara independen dengan kualitas yang menjanjikan dan mampu meningkatkan pangsa usaha mereka menjadi lebih luas," imbuh Hestu.

Selain itu, BI Jember juga mengharapkan batik Ambulu bisa menjadi ikon sentra batik di Kabupaten Jember yang memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri.

"Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi semua pihak terutama bagi pelaku usaha batik Jember untuk terus berkarya serta memperkenalkan batik Jember di pasar domestik maupun internasional," pungkas Hestu.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved