Berita Pasuruan

Tumpukan Limbah Padat PT Indolakto Ditemukan di Lahan Perhutani, Begini Reaksi Anggota DPRD Pasuruan

Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan mempertanyakan manajemen pengelolaan limbah di PT Indolakto

Tumpukan Limbah Padat PT Indolakto Ditemukan di Lahan Perhutani, Begini Reaksi Anggota DPRD Pasuruan
galih lintartika
Tumpukan limbah PT Indolakto yang berada di lahan Perhutani Kabupaten Pasuruan 

SURYA.co.id | PASURUAN - Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan mempertanyakan manajemen pengelolaan limbah di PT Indolakto. Ini setelah ditemukannya tumpukan limbah di lahan Perhutani.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono, mengatakan limbah itu kan harus dibuang. Pembuangannya ini juga harus jelas dan tidak boleh asal-asalan. Makanya, ada manajemen di sana.

"Kalau kejadian limbah padat ada di lahan Perhutani ini jelas ada yang salah dalam manajemen itu sendiri. Siapa yang salah, ini perlu dipertanyakan lagi," kata dia, Kamis (31/10/2019).

Ia mengingatkan, pembuangan limbah sudah diatur dalam mekanisme perundangan yang berlaku.

Perusahaan tidak bisa secara sembarangan mengeluarkan dan membuang limbah apalagi di kawasan publik hutan produksi.

“Apapun alasannya, perusahaan tidak boleh membuang limbah disembarang tempat. Ada mekanisme yang harus dilalui sehingga perusahaan bisa mendapatkan pengecualian dalam membuang limbah di tempat lain,” tandas Joko Cahyono.

Sementara itu, pabrik pengolahan susu Indolakto akhirnya menarik kembali sludge (limbah padat) yang dibuang di lahan Perhutani.

HRD PT Indolakto, Yasman, menyatakan penarikan limbah padat itu dilakukan setelah terjadi polemik di masyarakat.

Menurutnya, limbah padat itu dikirim ke hutan produksi atas dasar permintaan Asper Perhutani Lawang Timur.

“Asper Perhutani mengajukan permintaan limbah untuk uji coba pembuatan pupuk organik. Setelah terjadi polemik, kami mengangkut kembali limbah itu,” kata Yasman.

Yasman menjelaskan, selama ini, limbah padat pengolahan susu itu dibuang melalui perusahaan penampungan limbah.

Selain itu, pihaknya juga melayani permintaan kelompok tani di Jombang untuk pupuk organik tanaman tebu.

"Kami buang pada tempatnya saja. Kami sudah mengangkutnya kembali," pungkas Yasman.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved